Sekda Beberkan Tantangan Penanggulangan Penyakit Menular di Pesisir SBT

  • 27 Nov 2025 10:28 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Sekretaris Daerah (Sekda) Seram Bagian Timur (SBT) A. Q. Amahoru menegaskan bahwa HIV-AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan malaria masih menjadi tantangan kesehatan serius yang perlu ditangani secara kolaboratif.

Menurutnya, dampak dari tiga penyakit tersebut tidak hanya dirasakan pada kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh besar terhadap produktivitas, kualitas hidup, hingga pembangunan daerah.

“Upaya penanggulangan tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Kita membutuhkan kemitraan yang kuat, koordinasi efektif, serta peran aktif seluruh unsur masyarakat, baik pemerintah, swasta, lembaga keagamaan, komunitas, maupun media,” ujar Amahoru dalam kegiatan penguatan forum kemitraan untuk PP AIDS, TBC, dan Malaria di Hotel Surya, Rabu (26/11/2025).

Dalam forum tersebut, Amahoru membeberkan perkembangan kasus ATM (AIDS, TBC, Malaria) di Kabupaten SBT sepanjang tahun 2025.

TBC: Terdapat 319 kasus yang ditemukan dan diobati, atau 45,5% dari target nasional 90%. Tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 81%, masih di bawah target nasional 90%.

Malaria: Penemuan kasus mencapai 110 kasus dengan Annual Parasite Incidence (API) 0,81 per 1.000 penduduk. Angka ini sudah memenuhi target pemerintah yang berada di bawah 1 per 1.000 penduduk.

HIV/AIDS: Tercatat 24 kasus baru. Dari jumlah tersebut, 10 Orang Dengan HIV (ODHIV) telah memulai terapi ARV, 2 orang hilang kontak, 2 orang mengalami kegagalan pengobatan, dan sisanya masih menjalani perawatan.

Amahoru menegaskan bahwa data tersebut menunjukkan adanya tren naik dan turun yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Dinas Kesehatan tidak akan mampu bekerja sendiri. Komitmen, dukungan, dan partisipasi dari bapak/ibu semua adalah kunci keberhasilan kita. Mari kita wujudkan SBT yang lebih sehat, bebas TBC, terkendali malaria, dan peduli terhadap penanggulangan HIV & AIDS,” tegasnya.

Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap seluruh pihak dapat memperkuat kolaborasi dalam pencegahan dan penanggulangan AIDS, TBC, dan malaria. Upaya bersama diperlukan untuk menyamakan persepsi, strategi, hingga rencana aksi yang terintegrasi.

Selain itu, Amahoru menilai pentingnya optimalisasi peran komunitas dan mitra dalam edukasi, deteksi dini, pengobatan, hingga dukungan keberlanjutan program kesehatan di lapangan.

“Mendorong terciptanya komitmen bersama agar SBT dapat mencapai target eliminasi TBC dan malaria, serta menekan angka kasus HIV & AIDS secara signifikan,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita