Simbol Keberuntungan Naga di Malam Perayaan Imlek
- 16 Feb 2026 15:10 WIB
- Cirebon
RI.CO.ID, Cirebon – Bagi masyarakat Tionghoa, Naga (Loong) bukanlah monster yang menakutkan seperti dalam mitologi Barat. Sebaliknya, Naga adalah makhluk paling mulia, sakral, dan penuh keberuntungan.
Dahulu, Naga adalah simbol eksklusif bagi Kaisar Tiongkok sebagai "Putra Naga". Oleh karena itu hanya Kaisar yang boleh menggunakan jubah dengan motif Naga bercakar lima yang melambangkan kekuatan tertinggi, kepemimpinan, dan martabat yang tak tergoyahkan.
Saat ini naga dianggap sebagai pemberi kehidupan yang mendatangkan hujan tepat waktu, sehingga disimbolkan sebagai pembawa kelimpahan rezeki dan kemakmuran. Dan bagi masyarakat Tionghoa sering menyebut diri mereka sebagai "Keturunan Naga".
Ini adalah identitas budaya yang sangat kuat, melambangkan kebanggaan akan warisan leluhur yang bijaksana, kuat, dan penuh energi kehidupan. Budayawan Tionghoa Jeremy Huang Wijaya melalui akun WhatsApp pribadinya mengatakan ada sifat baik dari simbol naga bagi budaya Tionghoa.
“Di semua Kelenteng selalu ada naga yang menghiasi pintu atau atap rumah nya. Dan setiap malam Imlek, selain Adanya Barongsai juga ada tarian naga liong. Bagi Warga Tionghoa, Naga melambangkan kekuasaan, keberuntungan, dan kekuatan, serta dikaitkan dengan sifat-sifat baik seperti kecerdasan, ambisi, dan karisma. Diyakini Juga Naga dapat mendatangkan Hoki Rejeki,” ujar Jeremy Huang kepada RRI, Senin 16 Februari 2026.
Lantas mengapa naga selalu di tampilkan dimalam imlek dan acara Cap Go Meh?
“Dengan makna tadi oleh sebab itu tiap Cap Go Meh, Warga Tionghoa Cirebon mengharapkan Naga masuk rumah nya supaya mendatangkan Hoki Rejeki. Bagi para petani di Negara Tiongkok China meyakini bahwa Naga dapat mendatangkan hujan supaya dapat menyuburkan lahan pertaniannya,” katanya.
Dari dulu para raja di Tiongkok China, meyakini bahwa mereka adalah keturunan Naga. Oleh sebab itu motif baju kekaisaran selalu ada motif naga, dan tongkat kekuasaan juga melambangkan naga, kursi tahtanya bermotifkan naga.
Naga dalam bahasa Mandarin adalah Liong, sedangkan mitologi Tiongkok China, meyakini Long Wang atau Raja Naga adalah penguasa lautan di Tiongkok China, yang dapat berubah wujud menjadi manusia. Long Wang ini memiliki istana di bawah lautan dan pasukan sendiri di bawah lautan.
Warga Tionghoa juga meyakini Naga merupakan lambang Harmoni dan keberuntungan. Jadi naga di malam Imlek juga sebagai lambang Harmoni dan keberuntungan.
Sementara di Indonesia naga dimaknai sebagai lambang kekuatan ekonomi. Bahkan saat ini muncul istilah yang viral di masyarakat yakni sebutan 9 naga yaitu sembilan orang pengusaha Tionghoa yang sukses dalam berbisnis.
Hal unik lainnya konon katanya jika akan ada calon penguasa yang lahir maka naga itu masuk ke rumah calon penguasa, dan ketika penguasa akan meninggal juga naga tersebut akan keluar dari rumah tersebut. Sekali lagi bahwa bagi masyarakat Tionghoa, kepercayaan terhadap naga (Liong) jauh melampaui sekadar mitologi.
Naga dianggap sebagai makhluk spiritual paling tinggi yang menempati hierarki teratas dalam kosmologi Tiongkok. Sementara itu dalam penerapan Fengshui, simbol naga sering diletakkan di sisi kiri rumah (dilihat dari dalam rumah menghadap keluar), yang dikenal sebagai posisi "Naga Hijau".
Posisi ini dipercaya membawa perlindungan, otoritas, dan kemakmuran bagi kepala keluarga. Mengingat kita saat ini berada di tahun 2026 (Tahun Kuda Api), energi naga yang megah sering dipadukan dengan semangat kuda yang lincah untuk melambangkan kemajuan yang pesat.