Peluncuran Buku Antologi Puisi Basa Dermayu Karya Supali Kasim
- 03 Mar 2026 20:44 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu, - Dunia sastra Jawa Dermayu kembali bergemuruh dengan hadirnya buku antologi kumpulan puisi berbahasa Jawa Dermayu karya sastrawan Indramayu Supali Kasim. Buku ini kemudian akan diinterpretasikan dan diperbincangkan dalam khazanah sastra Indonesia
Peluncuran buku puisi berjudul Desa Mawa Lelara, Nagri Mawa Memedi yang merangkum lebih dari 115 halaman (puisi Jawa Dermayu) berlangsung meriah di Halaman Gedung Kesenian Mama Soegra Indramayu, Minggu malam, 1 Maret 2026.
Menurut Supali Kasim buku puisi berjudul Desa Mawa Lelara, Nagri Mawa Memedi terlahir dengan teks, berlatar konteks yang majemuk: sosial, budaya, politik, dan lain-lain. "Pada masa ini banyak yang harus disuarakan. Puisi, menjadi salah satu ekspresi, kontemplasi, sekaligus aspirasi," kata Supali.
Lebih lanjut penulis menggambarkan Perspektif ini bertalian juga dengan religiusitas. Juga, bisa diinterpretasikan cabang seni lainnya.
"Konsep itu akhirnya lahir, dengan menafsirkan puisi-puisi sebagai religiusitas dan perlawanan kultural," ujarnya.
Secara perspektif, puisi juga bisa ditafsirkan ke dalam bentuk-bentuk, bagaimana dalam seni pembacaan, seni musik (piano), seni tari kontemporer, maupun seni rupa berwujud lukisan.
"Berbagai unsur yang terlibat dalam peluncuran antologi puisi Jawa dermayu adalah yang memiliki frekuensi yang sama dalam ekspresi kultural, seperti komunitas DKI (Dewan Kesenian Indramayu), LBSD (Lembaga Basa lan Sastra Dermayu), LKI (Lembaga Kebudayaan Indramayu), kelompok-kelompok sanggar. Ada pula senior saya, dulu Ketua FSI (Forum Sastra Indramayu), kini menjadi Sekum MUI Kabupaten Indramayu," ucapnya.
Acara peluncuran turut dihadiri oleh para budayawan, sastrawan, serta pecinta sastra dari berbagai daerah seperti Cirebon, Majalengka. Mereka antusias menyambut kehadiran buku ini dan berharap dapat menjadi pemicu bagi tumbuhnya minat baca dan menulis sastra Jawa.
Acara menjadi lebih meriah dengan pembacaan puisi Jawa Dermayu Karya Supali Kasim oleh Sapta Guna, Uca M Sarna, Koernadi Calzoum, Candhra R .Pangeran, Ray Mengku Sutentra Boedi Purnomo dan Adeeva A.M Firoos
Tak kalah menarik persembahan puisi swara dari pianis Hadi Santoso dan Indira Prajnaparamita membuat suasana menjadi lebih hidup . Atmosfir juga terbangun dari gerakan puisi tari kontemporer bertemakan kebangsaan oleh Maestro tari Wangi Indria dan dilanjutkan puisi tari oleh Iing Sayuti.
Sementara puisi rupa Saitor Hidayat ikut menghempaskan gagasan lukisannya pada kampas yang ikut menjadi bagian stage pertunjukan dengan judul" Wates"
Usai pertunjukan performance art tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan bedah buku puisi karya Supali Kasim dengan para Nara sumber kompeten di ruang sastra. Adalah Adlan Da'ie merupakan mantan Ketua Forum Sastra Indramayu ( FSI), juga Sekertaris MUI Kabupaten Indramayu. Dan Sapta Guna yang juga diawal acara menyajikan Kultum,( Kuliah Pitung Menit), " Mbedar Puisi". Supali dan Aurelie. Sementara Faris Al Faisal menjadi moderator dalam diskusi aktratif malam itu.
Adlan Da'ie dalam "Deres Puisi, Laku Batin, Memendan Luka Peradaban," memberikan catatan tentang dunia kepenyairan.
"Puisi adalah " laku Batin". Mustahil diringkas dalam satu definsi. Memahami puisi semata - mata dari sudut pandang dan standar literasi bersifat ilmiah adalah bentuk "Simplikfikasi" dan penyederhanaan hanya menyentuh "kulit luar" puisi," ujar Adlan.
Di sisi lain Edi penikmat seni budaya yang juga Sekertaris Dewan Kesenian Indramayu( DKI ) yang ikut menyaksikan acara tersebut memberikan apresiasi dan harapan.
"Lahirnya buku puisi ini momentum penting bagi perkembangan sastra Jawa Dermayu. Diharapkan antologi ini dapat menginspirasi lahirnya karya-karya sastra Jawa yang berkualitas dan relevan dengan zaman," kata Edi menegaskan.