Sanggar Melati Ayu Indramayu Latih Anak Tari Kreasi Nusantara

  • 08 Mar 2026 19:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Sore itu alunan musik tari Nusantara terdengar lirih di sekitar selasar Gedung Kesenian Indramayu yang berada di Jalan Veteran. Meski tidak terlalu keras, suara musik tersebut tetap menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.

Di pelataran gedung kesenian tampak sejumlah anak-anak berdiri berbaris secara acak sambil menggerakkan tubuh mengikuti irama. Mereka menirukan setiap gerakan yang dicontohkan oleh instruktur yang berdiri di depan mereka.

Tari kreasi Nusantara merupakan tarian yang terinspirasi dari berbagai tarian tradisional di daerah-daerah Indonesia. Setiap daerah memiliki karakteristik tersendiri, baik dari segi gerakan, musik pengiring, irama, maupun pola tariannya.

Meskipun zaman telah memasuki era modern, keberadaan tari Nusantara tetap bertahan dan tidak tergantikan. Hingga kini tarian tersebut masih terus dilestarikan sekaligus dikembangkan oleh berbagai kalangan.

Salah satunya dilakukan oleh Sanggar Melati Ayu yang berada di Indramayu, Jawa Barat. Sejak berdiri pada era 1990-an, sanggar ini tetap eksis mengembangkan sekaligus melestarikan tari kreasi Nusantara.

Rohman Rohim selaku pengelola sekaligus instruktur Sanggar Melati Ayu menjelaskan tentang perjalanan sanggarnya. Ia menyampaikan hal tersebut di sela-sela waktu istirahat latihan para muridnya.

Instruktur yang akrab disapa Om Kembar itu mengatakan bahwa sanggarnya memang memilih fokus pada tari kreasi Nusantara. "Tari kreasi Nusantara yang saya perkenalkan kepada anak didik saya kebanyakan siswi yang masih duduk di bangku TK, SD, dan SMP," ujarnya, Minggu, 8 Maret 2026.

Meski demikian, Sanggar Melati Ayu juga tidak menutup kemungkinan untuk menggarap tari tradisional lainnya. Rohman menyebutkan bahwa pihaknya pernah menampilkan tari Topeng gaya Dermayu.

Menurut Rohman, hingga saat ini Sanggar Melati Ayu masih aktif melestarikan berbagai tari kreasi Nusantara. "Beberapa tarian yang kami latih di antaranya Tari Merak dari Jawa Barat, Tari Saman dari Aceh, Tari Reog dari Jawa Timur, Tari Cakalele dari Maluku, serta Tari Randu Kentir dari Indramayu," ucapnya menjelaskan.

Bagi Rohman Rohim, mendirikan Sanggar Melati Ayu sekaligus menjadi instruktur tari merupakan pilihan hidupnya. Ia ingin terus berkontribusi dalam mengenalkan seni tari kepada generasi muda.

Sementara itu Najwa, siswi dari SDN Margadadi 5 Indramayu, mengaku tertarik mengikuti latihan di sanggar tersebut. Ia bergabung bersama puluhan murid lainnya untuk belajar tari kreasi Nusantara.

"Saya tertarik dengan tarian kreasi Nusantara, sehingga memutuskan untuk masuk ke sanggar ini," ujar Najwa. Ia berharap dapat terus belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam menari.

Jam terbang Sanggar Melati Ayu pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Pengelola menyebutkan bahwa sanggar tersebut cukup sering diminta tampil dalam berbagai acara dan momen penting.

Rekomendasi Berita