Perkuat Keamanan Digital Hadapi Serangan Siber Era AI

  • 02 Feb 2026 16:13 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Ancaman serangan siber di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai semakin masif. Pola serangan siber di era AI sejatinya masih sama, namun teknologi AI membuat serangan tersebut menjadi lebih cepat, masif, dan sulit dideteksi secara manual.

“Sebetulnya pola-pola kejahatan siber ini masih sama, tidak jauh dari phishing, malware, atau memang attack yang menyerang langsung server. Oleh karenanya, kalau menurut saya institusi itu harus menggunakan tools keamanan siber yang juga berbasis AI jadi untuk mendeteksi anomali serangan secara real-time,” kata Ketua Relawan TIK Jawa Barat, Muhammad Arifin, saat dihubungi RRI pada Senin, 2 Februari 2026.

Arifin menilai banyak instansi sudah memiliki platform keamanan, namun belum ditingkatkan ke teknologi berbasis AI. Keterbatasan pengetahuan menjadi salah satu kendala utama dalam proses peningkatan tersebut.

Tools-nya sebenarnya sudah ada, tetapi sangat jarang yang meng-upgrade ke basis AI karena keterbatasan pengetahuan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendekatan paling efektif dalam menghadapi ancaman siber saat ini adalah melawan AI dengan AI. Hal tersebut dinilai sebagai langkah realistis di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Arifin juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas di ruang digital. Menurutnya, dunia digital harus diperlakukan layaknya dunia nyata yang memiliki batasan.

Ia menjelaskan, kemudahan berinteraksi di media sosial kerap membuat masyarakat lengah. Padahal, tidak semua pihak di dunia maya dapat dipercaya begitu saja.

Arifin menekankan bahwa kewaspadaan merupakan bagian dari empat pilar literasi digital. Kurangnya pemahaman keamanan digital menjadi salah satu faktor utama tingginya korban kejahatan siber.

“Ada beberapa standar keamanan yang harus kita pahami ya. Dalam skala personal itu minimal sekali kita hindari akses internet publik/Wi-Fi publik untuk melakukan komunikasi yang berat seperti misalnya transaksi,” ucapnya.

Rekomendasi Berita