RRI.CO.ID - Menu dirty latte kini hampir selalu tersedia di berbagai kedai kopi setelah mulai populer di Indonesia pada tahun 2024. Padahal, minuman ini pertama kali diciptakan pada tahun 2010 oleh Katsuyuki Tanaka di kedai Bear Pond Espresso, Tokyo.
Kedai legendaris tersebut berlokasi di Shimokitazawa yang hanya berjarak 5-10 menit perjalanan kereta dari pusat keramaian Shibuya dan Shinjuku. Kawasan ini merupakan pusat budaya anak muda yang gemar melakukan thrifting serta berburu buku lama maupun kopi enak.
Menurut Perfect Daily Grind, Tanaka menciptakan menu ini karena terinspirasi dari keluhan pelanggan mengenai rasa ice latte yang menjadi tawar saat es batu mencair. Beliau kemudian memutar otak untuk meracik resep kopi dingin yang tetap kental tanpa harus menggunakan es batu.
Hasilnya adalah dirty latte yang dibuat dari susu dingin dengan tuangan espresso perlahan untuk menciptakan lapisan visual yang estetik. Penamaan "dirty" sendiri merujuk pada tampilan espresso yang seolah-olah mengotori kemurnian warna putih pada susu tersebut.
Cara terbaik menikmati minuman ini adalah dengan langsung meminumnya dari bibir gelas tanpa menggunakan sedotan ataupun diaduk. Cara tersebut memungkinkan Anda merasakan transisi suhu antara espresso panas dengan lapisan susu dingin yang menyegarkan.
Sesapan pertama akan memberikan aroma espresso yang kuat, kemudian diikuti oleh tekstur susu lembut yang memiliki cita rasa manis. Kelezatannya sangat bergantung pada pemilihan biji kopi, di mana barista biasanya memilih profil rasa cokelat dan kacang.
Saat ini, penyajiannya semakin berkembang dengan penggunaan distilled milk yang membuat rasa kopi menjadi jauh lebih kaya. Dengan meningkatnya jumlah penikmat kopi, dirty latte diprediksi akan tetap menjadi menu unggulan dalam jangka panjang.