Energi Purnama Bantu Umat Hindu Kendalikan Emosi

  • 07 Mar 2026 18:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ni Nengah Rasmiati, S.Ag., M.Pd.H., ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 3 Maret 2026 menegaskan, bahwa momentum hari suci Purnama harus dimanfaatkan umat untuk menjaga keseimbangan emosi, di tengah pengaruh energi alam yang sangat kuat. Pengendalian emosi yang stabil saat hari suci Purnama, menjadi kunci utama bagi umat Hindu untuk menjaga harmoni dalam keluarga dan lingkungan.

Rasmiati menambahkan kondisi alam saat bulan penuh seringkali memicu gejolak emosional yang berlebihan,sehingga umat Hindu sangat disarankan untuk memperbanyak sabar, serta meningkatkan rasa empati kepada sesama. "Purnama sering dikaitkan dengan energi alam yang kuat, maka kita harus mampu mengendalikan emosi, agar keharmonisan dalam keluarga dan lingkungan tetap terjaga dengan baik," jelas Rasmiati.

Rasmiati mengungkapkan penerapan manajemen emosi ini, secara praktis dapat dilakukan dengan meluangkan waktu sejenak untuk hening, melakukan meditasi singkat, ataupun melaksanakan japa mantra secara rutin di rumah masing-masing. Melalui aktivitas spiritual yang tenang, pikiran yang awalnya dipenuhi oleh ego atau amarah dapat diredam, sehingga muncul kejernihan batin yang menyejukkan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Implementasi nyata dari ajaran ini adalah mewujudkan harmonisasi sosial sesuai prinsip Tri Hita Karana, yang menekankan hubungan baik antara manusia dengan sesamanya. “Selain fokus pada ketenangan pribadi, nilai suci Purnama juga tercermin dalam kemampuan individu untuk saling memaafkan,dan mempererat tali persaudaraan antar umat manusia tanpa membeda-bedakan latar belakang” ungkap Rasmiati.

Rasmiati menjelaskan bahwa peningkatan bakti secara spiritual pada hari suci ini, tidak selalu harus dirayakan dengan upacara yang mewah, melainkan lebih mengutamakan ketulusan serta keikhlasan hati dalam setiap persembahan yang dihaturkan. Rasa syukur yang mendalam atas segala anugerah hidup, akan membantu jiwa manusia tetap stabil dan tidak mudah terombang-ambing oleh dinamika persoalan duniawi, yang kian kompleks setiap harinya.

Hari suci Purnama adalah pengingat bagi setiap individu untuk kembali menjadi pribadi yang utuh dengan pikiran, kata, dan perbuatan yang selaras dengan Dharma. Jika nilai-nilai keseimbangan ini diterapkan secara konsisten, maka kehidupan masyarakat akan terasa jauh lebih damai, seimbang, dan memiliki makna spiritual yang mendalam dalam setiap tindakannya.

Rekomendasi Berita