Bijaksana Menyikapi Modernisasi untuk Kehidupan Harmonis

  • 10 Mar 2026 09:10 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Selasa, 10 Maret 2026, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar, Ida Bagus Made Putra, menyampaikan bahwa modernisasi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama melalui kemajuan teknologi, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya. Perkembangan teknologi seperti penggunaan gawai dan sistem transaksi digital telah mempermudah berbagai aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Putra menjelaskan bahwa modernisasi secara sosiologis merupakan proses perubahan dari kehidupan tradisional menuju kehidupan yang lebih maju dengan cara berpikir rasional, efisien, dan terbuka terhadap perubahan. Kemajuan tersebut memberikan dampak positif berupa meningkatnya akses pendidikan, kesehatan, peluang kerja, serta terbukanya komunikasi antarwilayah dan antarbangsa.

Namun demikian, Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut mengingatkan bahwa modernisasi dapat menimbulkan dampak negatif apabila tidak disikapi dengan bijaksana. Salah satunya adalah lunturnya nilai budaya dan spiritual karena kesibukan masyarakat yang semakin tinggi sehingga tradisi warisan leluhur mulai ditinggalkan.

“Dalam beberapa kasus praktik adat dan upacara yang sebelumnya dilaksanakan secara bertahap kini sering dipersingkat demi efisiensi waktu,” ungkap Putra. Dia menambahkan, bahwa kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pola pikir masyarakat yang cenderung memilih cara praktis dalam menjalankan tradisi.

Selain itu, modernisasi juga dapat memunculkan sikap materialistis dan menurunnya semangat gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat. Banyak pekerjaan yang dahulu dilakukan bersama-sama kini digantikan oleh jasa profesional sehingga interaksi sosial antarwarga menjadi semakin berkurang.

Putra juga menyoroti menurunnya rasa hormat terhadap orang tua, guru, dan adat yang mulai terlihat dalam kehidupan generasi muda saat ini. Padahal dalam nilai-nilai tradisional, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan lembaga pendidikan.

“Dalam menghadapi perubahan tersebut, ia menegaskan bahwa ajaran Hindu memiliki peran penting sebagai pedoman agar masyarakat tidak kehilangan nilai Dharma di tengah arus modernisasi”, tegas Putra. Dijelaskan, kemajuan teknologi dan kehidupan material seharusnya tetap berjalan seimbang dengan nilai spiritual dan moral.

Ia menambahkan bahwa konsep Catur Purusa Artha yang meliputi Dharma, Artha, Kama, dan Moksa dapat menjadi dasar dalam menjalani kehidupan modern secara seimbang. Dengan demikian, pencarian kekayaan dan kenikmatan duniawi tetap berada dalam koridor kebenaran dan tidak melupakan tujuan spiritual.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu menerapkan nilai Tri Kaya Parisudha dalam penggunaan teknologi digital. Nilai tersebut menekankan pentingnya berpikir baik, berkata baik, dan berbuat baik termasuk dalam aktivitas di media sosial.

Menutup siarannya, Ida Bagus Made Putra mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana menyebarkan pesan Dharma, pendidikan, serta pelestarian budaya lokal. Melalui sikap bijaksana dalam menghadapi modernisasi, kemajuan zaman diharapkan dapat berjalan selaras dengan nilai spiritual, budaya, dan keharmonisan kehidupan masyarakat.

Rekomendasi Berita