Umat Hindu Wajib Terapkan Nilai Purnama Setiap Hari
- 11 Mar 2026 12:02 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung,Ni Nengah Rasmiati, S.Ag.,M.Pd.H., mengajak seluruh umat Hindu untuk mengimplementasikan hakikat hari suci Purnama, dalam perilaku sehari-hari melalui pengendalian pikiran, perkataan, dan perbuatan yang selaras dengan ajaran Dharma. Pesan ini disampaikan secara mendalam dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar Selasa, 3 Maret 2026, sebagai upaya meningkatkan kualitas spiritualitas Masyarakat, di tengah dinamika zaman modern.
Rasmiati menjelaskan hari suci purnama, bukan sekadar momentum upacara rutin setiap 30 atau 29 hari sekali, melainkan waktu refleksi batin untuk mencapai kejernihan pikiran,serta kesempurnaan kesadaran manusia. "Hari Purnama adalah pengingat untuk menjadi utuh, yang mana dalam hal ini pikiran yang jernih dan kata yang terjaga, akan membuat hidup jauh lebih seimbang serta bermakna bagi lingkungan sekitar," ujar Rasmiati.
Ia menambahkan implementasi nyata dari nilai suci ini, dapat dimulai dari hal terkecil seperti melatih Wacika atau pengendalian perkataan agar selalu jujur, lembut, dan bermanfaat bagi orang lain di lingkungan sosial. Umat diharapkan mampu menghindari segala bentuk gosip, fitnah, maupun kata-kata kasar, yang dapat merusak harmonisasi hubungan antar sesama manusia sesuai prinsip Tri Hita Karana.
Rasmiati mengungkapkan selain menjaga lisan, perilaku Kayika atau tindakan nyata, dalam membantu sesama dengan tulusmenjadi kunci utama, dalam memperkuat akumulasi karma baik setiap individu sebagai umat beragama. Bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta menghindari perbuatan yang merugikan orang lain, merupakan bentuk nyata dari pemujaan kepada Sang Hyang Candra, yang berfungsi sebagai pelebur kekotoran batin.
Penyucian diri secara lahir dan batin sangatlah penting, karena di dalam jiwa yang bersih akan muncul pikiran serta perbuatan yang positif, guna mewujudkan kebahagiaan yang sejati dalam hidup. Kebersihan fisik melalui mandi atau pembersihan badan dengan air, harus dibarengi dengan pembersihan spiritual melalui doa serta meditasi yang rutin, agar keseimbangan energi alam tetap terjaga dengan baik.
Rasmiati menekankan bahwa peningkatan bakti tidak harus selalu bersifat mewah, karena yang paling utama dalam sebuah persembahan, adalah ketulusan hati dan rasa syukur atas anugerah hidup. "Jika nilai-nilai luhur dari hari suci Purnama ini diterapkan secara konsisten setiap hari, maka kedamaian dan harmoni, akan tercipta dengan sendirinya di dalam kehidupan keluarga” tutup Rasmiati.