Cek, Daftar Pemenang Sanur Metangi 2026
- 13 Mar 2026 19:03 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Sanur - Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) sukses menggelar event perdana bertajuk Sanur Metangi 2026. Event yang akan dijadikan sebagai rangkaian Sanur Village Festival (SVF) ini berhasil menyedot animo luar biasa, tidak hanya dari masyarakat lokal, melainkan juga wisatawan mancanegara.
Dewan juri pun telah menetapkan para pemenang di seluruh kategori, mulai dari juara ogoh-ogoh besar, juara fragmentari ogoh-ogoh hingga ogoh-ogoh favorit versi voting. Juara ogoh-ogoh besar meliputi, ST. Satya Darma di peringkat pertama, peringkat kedua ditempati ST. Brahmarya, lalu ST. Brahmacarya di tempat ketiga.
Juara fragmentari ogoh-ogoh ditempati Banjar Belong di peringkat pertama, disusul Banjar Dangin Peken di posisi kedua dan Banjar Betngandang di tempat ketiga. Sedangkan ogoh-ogoh favorit versi voting diraih ST. Tunas Muda - Banjar Betngandang.
Ketua YPS, Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan, Sanur Metangi 2026 mendapat respon luar biasa. Ia yakin, Sanur Metangi akan menjadi event yang mampu menarik minat calon wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali, khususnya Sanur.
"Apalagi sanur selama ini kita tonjolkan sebagai destinasi berbasis budaya," katanya.
"Sanur Metangi sebagai aset yang diinisiasi oleh anak-anak muda Sanur, saya yakini akan memiliki posisi tawar luar biasa untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara," lanjutnya.
Sementara itu, salah seorang juri, I Wayan Gede Miasa atau yang dikenal dengan Ceng-Ceng Biru, menjelaskan bahwa penilaian ogoh-ogoh dilakukan berdasarkan beberapa kriteria utama. Menurutnya, aspek sinopsis yang mencakup konsep, ide, dan gagasan karya memiliki bobot penilaian 20 persen.
Aspek anatomi, karakter, serta ekspresi wajah ogoh-ogoh menjadi penilaian terbesar dengan bobot 40 persen. “Karena ini karya kriya, maka bentuk anatomi, karakter, dan ekspresi menjadi penilaian paling tinggi,” jelasnya.
Selain itu, komposisi karya juga dinilai dengan bobot 20 persen. Penilaian ini mencakup penempatan karakter serta tata visual agar terlihat menarik. Sementara 20 persen lainnya berasal dari keserasian dan keharmonisan karya, termasuk busana, ornamen pendukung, serta pewarnaan.
Ia menilai karya ogoh-ogoh yang ditampilkan pemuda Sanur tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Beberapa karya bahkan menampilkan unsur klasik yang diadaptasi dari pakem lama namun dikemas dengan inovasi baru.
“Ada karya yang menampilkan nuansa klasik terutama pada tapel, bahkan ada yang sampai ke bagian tubuhnya dibuat cawi-cawi. Ini menunjukkan keberanian berinovasi dengan tetap mengambil inspirasi dari pakem lama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ogoh-ogoh tidak hanya dinilai dari bentuk visual semata, tetapi juga dari unsur pertunjukan ketika diusung dan dipentaskan bersama fragmentari tari. Hal tersebut dinilai penting karena ogoh-ogoh merupakan bagian dari seni pertunjukan dalam tradisi Bali.
“Kalau ogoh-ogoh hanya dipajang, itu menjadi seni instalasi. Ogoh-ogoh sebenarnya satu paket dengan pertunjukan ketika diusung dan ditarikan,” katanya.