Tirta Gangga, Menjelajahi Istana Air Warisan Raja Karangasem

  • 08 Mar 2026 16:54 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Jika Anda mencari destinasi yang memadukan ketenangan spiritual, arsitektur megah, dan kesegaran alam tropis, Tirta Gangga adalah jawabannya. Terletak di Desa Ababi, Kabupaten Karangasem, bekas istana air kerajaan ini bukan sekadar kolam renang biasa, melainkan simfoni visual yang memikat mata dunia.

Tirta Gangga bukan sekadar kolam air biasa, melainkan jejak megah dari sejarah Kerajaan Karangasem yang masih bernapas hingga hari ini. Terletak di lereng timur Pulau Bali, situs ini menawarkan harmoni antara spiritualitas, arsitektur, dan kesegaran alam.

Dibangun pada tahun 1946 oleh Raja Karangasem terakhir, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem, Tirta Gangga tetap berdiri kokoh sebagai simbol kemewahan sejarah Bali Timur meski sempat terdampak letusan Gunung Agung pada tahun 1963.

Apa yang membuat tempat ini selalu penuh sesak oleh wisatawan dan fotografer profesional? Berikut adalah elemen unik yang hanya bisa Anda temukan di sini:

1. Labirin Batu di Atas Air Ikon paling terkenal dari Tirta Gangga adalah deretan pijakan batu berbentuk segi delapan yang tertata rapi di atas kolam utama. Pengunjung bisa berjalan di atas air seolah-olah mengapung, dikelilingi oleh ribuan ikan koi warna-warni yang berukuran besar.

Labirin Air di Atas Kolam Suci Salah satu ikon paling terkenal dari Tirta Gangga adalah deretan pijakan batu (stepping stones) yang tersusun rapi di atas kolam besar. Pengunjung bisa berjalan di atas air seolah-olah sedang mengapung. Di sekeliling pijakan ini, ribuan ikan koi berukuran besar dengan warna keemasan dan kemerahan akan menyambut Anda, menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.

2. Menara Air "Nawa Sanga"Di tengah taman, berdiri megah sebuah menara air setinggi 10 meter yang menyerupai pagoda. Menara ini melambangkan sembilan dewa penjaga arah mata angin dalam kepercayaan Hindu Bali (Dewata Nawa Sanga). Air yang mengalir dari menara ini menciptakan suara gemericik yang menenangkan jiwa.

Menara Air "Nawa Sanga"Di tengah kompleks, berdiri tegak sebuah menara air setinggi 10 meter yang menyerupai pagoda. Menara ini disebut Nawa Sanga, yang melambangkan sembilan arah mata angin dalam kepercayaan Hindu Bali. Air yang mengalir dari menara ini adalah air suci yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan masyarakat setempat.

3. Air Suci yang Menyegarkan Nama "Tirta Gangga" berasal dari kata Tirta (air suci) dan Gangga (sungai suci di India). Air di sini berasal dari mata pencaharian alami Rejasa yang dianggap suci oleh masyarakat setempat dan digunakan untuk upacara keagamaan. Pengunjung pun diperbolehkan berenang di kolam pemandian umum yang airnya sangat jernih dan dingin.

Berbeda dengan kolam renang modern, air di Tirta Gangga berasal langsung dari Mata Air Rejasa. Airnya sangat jernih, dingin, dan terus berganti secara alami. Selain kolam hias, terdapat juga kolam pemandian umum (sanitasi) di mana pengunjung diperbolehkan berenang untuk merasakan langsung kesegaran air pegunungan yang dianggap membawa berkah.

Istana air ini dibangun pada tahun 1946 oleh Raja Karangasem terakhir, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Keunikannya terletak pada perpaduan gaya arsitektur Bali yaitu ukiran patung dewa-dewi dan iblis yang mendetail, dan arsitektur Tiongkok berupa sentuhan pada beberapa elemen dekoratif. Arsitektur Eropa (Kolonial) terlihat dari struktur bangunan yang megah dan tata taman yang simetris.

Agar kunjungan Anda ke "Istana Air" ini tak terlupakan, perhatikan panduan berikut yang direkomendasikan oleh pengelola tempat wisata ini :

Waktu Terbaik: Datanglah saat pagi hari (pukul 07.00 - 09.00). Selain udara masih sejuk, Anda bisa menghindari kerumunan besar dan mendapatkan foto tanpa gangguan (photobomb).

Pakan Ikan: Jangan lupa membeli pakan ikan di luar gerbang masuk. Ikan koi di sini sangat interaktif dan akan berkumpul mendekat saat Anda memberi makan, menciptakan momen foto yang sangat estetis.

Etika Berpakaian: Meskipun ini tempat wisata, Tirta Gangga memiliki area yang disucikan. Gunakan pakaian yang sopan dan jaga kebersihan lingkungan.

Tirta Gangga membuktikan bahwa keindahan arsitektur manusia jika bersatu dengan kemurnian alam akan menciptakan magis yang tak lekang oleh waktu. Tempat ini adalah pelarian sempurna dari hiruk-pikuk pusat pariwisata Bali Selatan.

Rekomendasi Berita