Cek List untuk Memulai Pengamanan Digital
- 10 Mar 2026 12:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar – Keamanan digital saat ini tidak hanya pilihan tambahan bagi pengguna internet, melainkan sebuah kewajiban. Aktivitas sehari-hari seperti berkomunikasi, bekerja, bertransaksi, hingga menyimpan dokumen pribadi kini banyak dilakukan secara daring.
Hal ini membuat akun digital, seperti email, media sosial, dan aplikasi pesan, menjadi target yang menarik bagi pelaku kejahatan siber. Oleh karena itu, setiap pengguna perlu memahami langkah-langkah praktis untuk melindungi identitas dan datanya di ruang digital.
Langkah pertama yang paling penting adalah mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA) atau autentikasi dua faktor. Metode ini menambahkan lapisan keamanan kedua selain kata sandi. Artinya, meskipun seseorang mengetahui kata sandi Anda, mereka tetap membutuhkan kode verifikasi tambahan untuk masuk ke akun.
Pada aplikasi seperti WhatsApp, fitur ini tersedia melalui menu Verifikasi Dua Langkah di pengaturan akun, yang meminta pengguna membuat PIN enam digit. PIN ini bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk jika ada pihak yang mengaku sebagai layanan resmi.
Pada Instagram, pengaturan 2FA dapat diakses melalui Pusat Akun Meta di bagian keamanan. Pengguna disarankan menggunakan aplikasi autentikasi seperti Google Authenticator daripada metode SMS, karena SMS memiliki risiko keamanan seperti SIM swap, yaitu teknik pembajakan nomor telepon. Demikian pula pada layanan email seperti Gmail atau Outlook, fitur 2-Step Verification sebaiknya diaktifkan untuk mencegah akses tidak sah.
Selain 2FA, penggunaan password manager juga sangat dianjurkan. Mengingat puluhan kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan tentu sulit dilakukan secara manual. Banyak pengguna akhirnya menggunakan kata sandi yang sama di berbagai akun, padahal praktik ini sangat berbahaya.
Jika satu layanan mengalami kebocoran data, akun lain dengan kata sandi yang sama juga berpotensi diretas. Password manager seperti Bitwarden, 1Password, atau fitur bawaan seperti Google Password Manager dan Apple Keychain membantu membuat serta menyimpan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun. Kata sandi yang dihasilkan biasanya berupa kombinasi huruf, angka, dan simbol yang sulit ditebak, misalnya kL9#vP2!xZ91. Dengan cara ini, kebocoran satu akun tidak akan otomatis membuka akses ke akun lainnya.
Langkah perlindungan berikutnya adalah melakukan backup data secara rutin. Backup berfungsi sebagai “sekoci penyelamat” ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kehilangan perangkat atau pembajakan akun.
Pada WhatsApp, pengguna dapat mengatur pencadangan otomatis ke Google Drive atau iCloud, bahkan dengan opsi end-to-end encrypted backup yang menjaga agar isi cadangan tetap terlindungi. Demikian pula dengan email, dokumen, dan foto, sebaiknya diaktifkan sinkronisasi otomatis agar data penting tersimpan di cloud dan tidak hilang jika perangkat rusak atau hilang. Dengan adanya cadangan, proses pemulihan data akan jauh lebih mudah.
Di sisi lain, pengguna juga perlu mengenali tanda-tanda bahwa akun mereka mungkin sedang diretas. Indikator paling umum adalah munculnya notifikasi login dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal.
Tanda lain adalah adanya aktivitas mencurigakan, seperti pesan yang terkirim tanpa sepengetahuan Anda, komentar yang tidak pernah dibuat, atau unggahan yang tiba-tiba muncul di akun media sosial. Pengguna juga harus waspada jika menerima kode OTP secara tiba-tiba padahal tidak sedang mencoba masuk ke akun tertentu. Kondisi lain yang patut dicurigai adalah ketika Anda tiba-tiba keluar dari akun dan tidak bisa masuk kembali menggunakan kata sandi lama.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, pengguna disarankan secara berkala memeriksa daftar perangkat yang terhubung ke akun mereka. Misalnya, di WhatsApp terdapat menu Linked Devices yang menunjukkan perangkat mana saja yang sedang terhubung ke akun.
Di Instagram, informasi serupa dapat ditemukan pada menu Where You're Logged In. Jika terdapat perangkat yang tidak dikenal, segera keluarkan aksesnya dengan memilih Log Out dari perangkat tersebut. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah penyalahgunaan akun oleh pihak lain.