Mengapa 42 km Ditetapkan Sebagai Jarak Tempuh Lari Maraton?

  • 05 Mar 2026 08:45 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Lari, merupakan aktifitas fisik yang melibatkan gerakan kaki dan tangan secara cepat. Olahraga ini termasuk kedalam latihan kardio yang bertujuan untuk meningkatkan Kesehatan jantung, memperkuat otot dan meningkatkan energi.

Olahraga lari biasanya dilakukan dengan jarak tempuh dan variasi yang beragam. Lari marathon, dengan jarak 42 km termasuk jenis yang digemari oleh para runners karena memacu adrenalin dan melatih kekuatan fisik serta mental.

Tahukah anda? lari marathon memiliki akar yang jauh lebih dalam dari sekadar perlombaan atletik modern. Aktifitas ini telah dimulai dari ketahanan fisik manusia purba saat berburu mangsa. Kemampuan bertahan dan stamina luar biasa ini kemudian bertransformasi menjadi keahlian militer yang sangat dihargai oleh bangsa Mesir Kuno, bahkan Raja Taharka pernah mengadakan lomba lari sejauh 100 km bagi pasukannya.

Sejarah lari marathon modern bersumber pada legenda Pheidippides, seorang kurir militer profesional pada masa perang Yunani di tahun 490 SM. Ia dikisahkan berlari dari dataran Marathon menuju Athena untuk mengabarkan kemenangan atas Persia sebelum akhirnya jatuh tak bernyawa tepat setelah menyampaikan pesannya.

Meskipun kisah kematian Pheidippides sangat populer, sejarawan Herodotus memberikan versi berbeda yang menyebutkan sang kurir sebenarnya berlari dari Athena ke Sparta sejauh 240 km untuk meminta bantuan. Terlepas dari perdebatan historis tersebut, kekuatan narasi tentang pengorbanan dan kemenangan ini berhasil memikat imajinasi masyarakat dunia hingga berabad-abad kemudian.

Menyadur laman worldathletics.org, Baron Pierre de Coubertin, sang penggagas Olimpiade modern, melihat olahraga sebagai sarana krusial untuk membangun karakter nasional bangsa Prancis yang sedang terpuruk kala itu. Melalui kolaborasi dengan tokoh-tokoh seperti Michel Bréal, ia sepakat untuk menyertakan lomba lari jarak jauh dalam ajang perdana Olimpiade 1896 sebagai penghormatan terhadap sejarah Yunani.

Penetapan jarak standar 42,195 km yang kita kenal sekarang baru terjadi secara unik pada Olimpiade London tahun 1908. Laman Marathons menyatakan, jarak ini disesuaikan sedemikian rupa agar garis start berada di depan jendela taman kanak-kanak kerajaan di Kastil Windsor dan berakhir tepat di depan kotak kehormatan Ratu Alexandra.

Penambahan jarak sekitar 385 yard (352 meter) dari rencana awal 26 mil ini dilakukan demi kenyamanan keluarga kerajaan Inggris. Alasan yang terdengar sepele ini justru diresmikan oleh Federasi Atletik Internasional (IAAF) pada tahun 1921 sebagai jarak standar global hingga saat ini.

Lari marathon pertama dalam sejarah secara resmi dimulai di Bridge of Marathon menuju stadion marmer di Athena dengan jarak awal sekitar 40 kilometer. Pahlawan nasional Yunani, Spiridon Louis, berhasil memenangkan perlombaan perdana tersebut dengan catatan waktu 2 jam 58 menit di tengah sorak dari ribuan penonton.

Dunia lari marathon modern kemudian mengalami revolusi popularitas melalui ajang massal di kota-kota besar seperti New York dan London sejak akhir tahun 1970-an. Fenomena ini mengubah marathon dari sekadar kompetisi elit menjadi gerakan gaya hidup yang diikuti oleh puluhan ribu pelari dari berbagai latar belakang setiap tahunnya.

Rekomendasi Berita