Begini Evolusi dan Sejarah Meme di Internet
- 06 Mar 2026 08:51 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Istilah "meme" (dibaca mim), sering kali dianggap sebagai produk asli era internet, namun sejarahnya berakar jauh sebelum adanya media sosial. Kata ini pertama kali dicetuskan oleh Richard Dawkins, seorang ahli biologi evolusi asal Inggris, dalam bukunya yang fenomenal tahun 1976, The Selfish Gene.
Saat itu Dawkins membutuhkan sebuah istilah untuk menjelaskan bagaimana ide dan fenomena budaya menyebar di antara manusia, mirip dengan bagaimana gen menyebar dalam evolusi biologis. Secara etimologis, kata "meme" berasal dari bahasa Yunani mimēma yang berarti "sesuatu yang ditiru," yang kemudian dipendekkan agar terdengar serupa dengan kata "gene" (gen).
Laman New York Times menyebut, Dawkins melihat meme sebagai unit transmisi budaya. Sama seperti gen yang membawa instruksi biologis, meme membawa ide, melodi, atau gaya berpakaian yang berpindah dari satu pikiran ke pikiran lain melalui imitasi. Jika sebuah ide cukup menarik atau berguna, ia akan "bereplikasi" dengan cara diceritakan atau dipraktikkan oleh orang lain. Sebaliknya, ide yang membosankan atau tidak relevan akan "punah" karena tidak ada yang mau menirunya. Inilah yang disebut sebagai seleksi alam dalam dunia pemikiran atau kebudayaan.
Memasuki era komunikasi modern, para ahli linguistik mencatat bahwa manusia sebenarnya telah menggunakan sistem simbolik untuk berkomunikasi selama berabad-abad, namun internet mempercepat proses ini secara eksponensial. Jika dulu sebuah meme budaya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyebar secara global, seperti gaya bangunan lengkung atau melodi lagu klasik, kini sebuah gambar atau video bisa menjadi fenomena dunia hanya dalam hitungan jam melalui jaringan digital.
Salah satu tonggak sejarah meme internet yang paling diingat adalah fenomena LOLcats. LOLcats memperkenalkan format gambar kucing dengan teks lucu yang ditulis secara sengaja salah tata bahasanya. Fenomena-fenomena ini membuktikan bahwa meme bukan lagi sekadar konsep akademis tentang transmisi ide, melainkan alat interaksi sosial yang nyata bagi jutaan pengguna internet di seluruh dunia.
Di era sekarang, meme telah bertransformasi menjadi bahasa universal yang melampaui batas-batas negara. Meme tidak lagi hanya sekadar lelucon acak, tetapi telah menjadi alat untuk menyampaikan ekspresi politik, sosial, dan budaya dengan cara yang singkat namun tajam. Kemampuan meme untuk menangkap zeitgeist atau semangat zaman menjadikannya bagian tak terpisahkan dari sejarah komunikasi manusia modern.