Dendrobium, Anggrek Paling Populer untuk Hobi dan Bisnis
- 07 Mar 2026 20:15 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Jika Anggrek Bulan dijuluki sebagai "Ratu", maka Anggrek Dendrobium layak disebut sebagai "Si Pekerja Keras". Dari sekian banyak jenis anggrek, Dendrobium merupakan genus terbesar yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia.
Dendrobium merupakan salah satu anggrek yang berpotensi untuk terus dikembangkan karena memiliki beragam jenis bentuk, warna dan ukurannya. Selain itu anggrek dendrobium juga dapat dijadikan sebagai bunga potong maupun sebagai bunga pot.
Daya tarik utamanya bukan hanya pada kecantikan bunganya yang beragam, tetapi juga pada daya tahannya yang luar biasa terhadap cuaca panas, menjadikannya pilihan favorit bagi penghobi tanaman hias, baik pemula maupun profesional.
Dendrobium adalah anggrek yang bersifat epifit, yang hidupnya menempel pada batang, dahan, atau ranting pohon yang sudah mati, akarnya sebagian menempel pada medianya sebagian menjuntai bebas di udara. Anggrek juga dapat menempel pada pohon yang masih hidup tanpa mengganggu pertumbuhan inangnya.
Mengapa Pilih Dendrobium?
Dibandingkan dengan jenis anggrek lainnya, Dendrobium memiliki beberapa keunggulan spesifik. Sangat Adaptif, Mampu tumbuh subur di dataran rendah yang panas maupun dataran tinggi yang sejuk.
Rajin Berbunga, Dengan nutrisi yang pas, Dendrobium bisa berbunga berkali-kali dalam setahun. Variasi Tak Terbatas. Tersedia dalam ribuan hibrida dengan kombinasi warna mulai dari putih, kuning, ungu, hingga gradasi warna eksotis. Batang (Pseudobulb) yang Kuat. Memiliki batang seperti tebu yang berfungsi menyimpan cadangan air dan nutrisi, sehingga tidak mudah layu.
Berikut ini langkah mudah merawat anggrek dendrobium dihimpun dari berbagai sumber. Agar dendrobium anda rajin memunculkan knop bunga dan tidak hanya tumbuh daun, perhatikan empat pilar perawatannya :
1. Cahaya matahari adalah kunci pembungaan. Berbeda dengan anggrek bulan yang manja, dendrobium sangat menyukai cahaya matahari. Kebutuhannya sekitar 50–60% cahaya matahari. Gunakan jaring paranet jika diletakkan di luar ruangan. Tanpa cahaya yang cukup, batang akan tumbuh kurus dan tanaman sulit berbunga.
2. Penyiraman yang Tepat. Meskipun suka lembab, akar Dendrobium benci tergenang air. Waktu penyiraman yang baik pada pagi hari (antara jam 07.00 - 09.00) agar air di ketiak daun sempat menguap sebelum malam. Siram hanya jika media tanam sudah terasa kering saat disentuh.
3. Gunakan media yang tidak menyimpan air terlalu lama namun tetap lembab. Pilihan media tanam terbaik adalah arang kayu, potongan pakis, atau kulit kayu pinus yang kasar. Pot tanah liat dengan banyak lubang sangat disarankan untuk sirkulasi udara akar. Fungsi utama media tanam anggrek terutama untuk menopang tegaknya tanaman sehingga suplai hara yang utama diberikan melalui daun.
4. Pemupukan Berkala. Dendrobium membutuhkan asupan nutrisi untuk membentuk bunga. Rumus: Gunakan pupuk NPK seimbang untuk pertumbuhan daun, dan pupuk tinggi Phosfor (P) saat tanaman sudah dewasa untuk merangsang munculnya tangkai bunga.
Pernahkah dendrobium anda hanya menumbuhkan Keiki (anak tanaman di ujung batang) alih-alih bunga? Itu tandanya tanaman terlalu banyak air atau kelebihan nitrogen. Untuk merangsang bunga, kurangi intensitas penyiraman selama 1-2 minggu dan berikan pupuk khusus pembungaan secara rutin. Letakkan di tempat yang mendapat hembusan angin yang baik.
Dengan karakter yang "tahan banting" dan pilihan warna yang memanjakan mata, tidak heran jika Dendrobium tetap menjadi primadona di setiap pameran tanaman hias.