Literasi Digital: Benteng Anak dari Kejahatan Online

  • 07 Mar 2026 11:44 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Namun di balik kemudahan akses informasi, dunia digital juga menyimpan berbagai ancaman bagi anak-anak jika tidak diimbangi dengan pemahaman dan pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, literasi digital menjadi langkah penting dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kejahatan di ruang maya.

Dalam acara Rahajeng Bali pada Jumat, 6 Maret 2026, bersama Komisioner KPAD Provinsi Bali, Ida Bagus Made Adnyana, SH menilai bahwa perlindungan anak di era digital tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Orang tua, guru, pemerintah, hingga masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memastikan anak-anak mampu menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperkuat literasi digital kepada berbagai kalangan, khususnya siswa, tenaga pendidik, dan orang tua. Melalui edukasi tersebut, anak-anak diberikan pemahaman mengenai etika dalam menggunakan internet serta cara mengenali konten berbahaya yang berpotensi merugikan mereka.

Ketua Tim Pengelola Opini Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali, I Gusti Ayu Sukmawati, SS., MH menyebut bahwa Diskominfos Bali turut berperan dalam melakukan berbagai kegiatan sosialisasi literasi digital di lingkungan sekolah. Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang risiko yang mungkin muncul saat mengakses internet, mulai dari cyberbullying, paparan konten radikal, hingga praktik judi online yang kerap terselip dalam permainan daring.

Selain menyasar siswa, literasi digital juga diberikan kepada para guru agar dapat meneruskan pemahaman tersebut kepada anak-anak di lingkungan sekolah. Para guru diharapkan mampu menjadi penghubung dalam membangun kesadaran digital di kalangan pelajar, sehingga mereka dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Di sisi lain, peran orang tua juga dinilai sangat penting sebagai benteng terakhir dalam pengawasan penggunaan gawai di rumah. Orang tua diharapkan tidak hanya memberikan akses teknologi kepada anak, tetapi juga aktif mengawasi serta membimbing mereka dalam menggunakan internet secara sehat.

Literasi digital tidak hanya sekadar mengajarkan cara menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran tentang etika dan keselamatan di dunia maya. Dengan pemahaman yang baik, anak-anak diharapkan mampu menyaring informasi, menghindari konten berbahaya, serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai ancaman yang beredar di internet.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga, literasi digital diharapkan dapat menjadi benteng pertama dalam melindungi anak dari kejahatan online. Upaya ini menjadi langkah penting untuk memastikan generasi muda dapat tumbuh dan berkembang secara aman di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Rekomendasi Berita