Sanggar Picasso Art Kupang Lestarikan Tari NTT

  • 18 Feb 2026 05:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Sanggar Picasso Art Kupang berperan melestarikan budaya Nusa Tenggara Timur melalui pengembangan tari kreasi berbasis tradisional. Hal tersebut disampaikan pengelola sanggar, Vivi Ndun, S.Pd, dalam Program Bincang Budaya Pro Dua RRI Ende, Sabtu, 14 Februari 2026.

Vivi menjelaskan sanggar yang berdiri sejak April 2024 itu terus berkembang dengan menghadirkan pertunjukan tari modern tanpa menghilangkan nilai filosofis asli budaya NTT.

Nama Picasso, katanya, diambil dari nama anak pertamanya yang terinspirasi pelukis dunia Pablo Picasso. Filosofi kreativitas menjadi semangat utama dalam pengembangan sanggar.

Sanggar Picasso Art memfokuskan diri pada tari kreasi berbasis tradisional NTT. Gerakan dikembangkan menjadi kemasan pertunjukan yang lebih modern agar diminati generasi muda.

Keanggotaan sanggar terbuka bagi siswa kelas tiga SD hingga mahasiswa. Mayoritas anggota merupakan pelajar SMA yang rutin berlatih setiap pekan.

Dalam dua tahun terakhir, sanggar tersebut meraih Piala Bergilir Wali Kota Kupang serta tampil pada Festival Vointura di Timor Leste sebagai duta seni.

Vivi mengakui masih menghadapi tantangan, mulai dari stigma terhadap penari laki-laki hingga rendahnya minat sebagian generasi muda terhadap seni tradisi.

“Kami menerapkan standar ketat, mulai dari gerak, hafalan, tempo, hingga ekspresi. Anak-anak harus disiplin karena membawa nama budaya daerah,” ujarnya.

Ia mengajak generasi muda mencintai budaya seperti mencintai kekasih sendiri agar warisan leluhur tetap terjaga dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Rekomendasi Berita