3.000 Penonton Padati Drama Kolaboratif Seminari Mataloko di Kupang
- 15 Feb 2026 12:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sebanyak tiga ribu penonton memadati pementasan kolaboratif Seminari Mataloko berjudul Misteri di Balik Jubah Putih di Aula Universitas Nusa Cendana Kupang. Antusiasme ribuan warga tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap karya seni yang mengangkat tema panggilan dan pengorbanan calon imam.
Hal itu disampaikan Sutradara Pementasan, Frater Tevin Lory, saat berdialog bersama RRI Ende, Jumat, 13 Februari 2026.
Pementasan tersebut melibatkan 117 siswa SMP dan SMA Seminari Mataloko yang tampil dalam empat babak. Setiap babak berdurasi sekitar 30 menit dengan memadukan teater, paduan suara, dan marching band dalam satu narasi utuh.
Para pemeran mengaku menjalani proses latihan intensif selama beberapa bulan sebelum tampil di Kupang. Koordinasi ratusan siswa bersama tim pendamping menjadi tantangan tersendiri dalam proses persiapan.
Frater Tevin menjelaskan, drama tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan refleksi perjalanan seminaris dalam menapaki panggilan hidup membiara dan imamat. Cerita menggambarkan pergulatan batin, rindu keluarga, disiplin ketat, serta komitmen spiritual yang harus dijalani.
“Untuk meraih jubah putih itu dibutuhkan pengorbanan yang luar biasa dan radikal,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju satu abad Seminari Mataloko yang kini memasuki usia 96 tahun. Melalui panggung seni tersebut, pihak seminari ingin menegaskan makna jubah putih sebagai simbol tanggung jawab, kesetiaan, dan pengabdian.