Uniflor Resmi Deklarasikan Gerakan Green Campuss
- 27 Feb 2026 10:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Universitas Flores (Uniflor) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan WaterHub Indonesia sekaligus meluncurkan produk penyedia air minum isi ulang berbasis teknologi Internet of Things (IoT), sebagai langkah awal mendeklarasikan gerakan Green Campuss di lingkungan kampus, Jumat, 27 Februari 2026.
Rektor Uniflor, Dr. Willybrodus Lanamana, SE., MMA., dalam sambutannya menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan rangkaian dari tiga agenda utama, yakni penandatanganan MoU, launching produk, serta deklarasi komitmen kampus hijau. Menurut Rektor, gerakan Green Campuss bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bentuk tanggung jawab moral lembaga pendidikan tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang.
“Bumi yang kita tempati saat ini bukan warisan dari leluhur, tetapi titipan dari anak cucu kita. Universitas harus bertanggung jawab menerima dan menjaga titipan itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan jumlah dosen dan tenaga kependidikan lebih dari 400 orang serta mahasiswa mendekati 6.000 orang, aktivitas kampus berpotensi menghasilkan limbah kemasan sekali pakai dalam jumlah besar. Karena itu, pihaknya berencana menyusun Peraturan Rektor untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai dalam setiap kegiatan akademik maupun nonakademik.
Rektor juga menyebutkan, teknologi penyedia air minum isi ulang tersebut dapat dipindahkan ke berbagai titik kegiatan kampus. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan di lingkungan Universitas Flores.
Chief Executive Officer (CEO) WaterHub Indonesia, Lyonda Shafira Huwaidi, mengatakan kehadiran pihaknya bertujuan menyediakan akses air minum yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Ia menegaskan, inisiatif tersebut sekaligus untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan botol plastik sekali pakai.
"Kami tidak hanya ingin menjadi penyedia mesin, tetapi menjadi bagian dari perubahan perilaku dan gerakan sadar lingkungan di kampus,” katanya.
Ia menambahkan, setiap liter air yang diisi ulang melalui mesin tersebut berkontribusi pada pengurangan sampah plastik dan emisi karbon. Data pengurangan tersebut dapat dipantau secara real time melalui sistem digital yang terintegrasi.
Sementara itu, Anggota DPD RI asal NTT, Angelo Wake Kako, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan kampus memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perubahan sosial, termasuk dalam isu lingkungan. Menurutnya, menjelang 50 tahun perjalanan Uniflor, momentum ini penting untuk menegaskan posisi kampus sebagai pemicu kesadaran ekologis di Nusa Tenggara Timur.
“Kampus masih dipercaya masyarakat. Dari kampus, kesadaran lingkungan bisa dibangun dan ditularkan ke ruang-ruang publik yang lebih luas,” ujarnya.
Angelo Wake Kako yang juga merupakan Ketua Panitia 50 Tahun Universitas Flores menyoroti potensi kontribusi kampus dalam menekan emisi karbon melalui penggunaan teknologi isi ulang air minum. Menurutnya, langkah tersebut secara langsung dapat mengurangi produksi dan distribusi botol plastik sekali pakai.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi sivitas akademika Uniflor, tetapi juga menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Indonesia Timur dalam membangun budaya kampus berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, Uniflor menegaskan komitmennya untuk menjadikan isu lingkungan sebagai bagian integral dari tata kelola dan budaya akademik, menuju kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan.