Wilayah Indonesia Timur Paling Ideal Amati Gerhana

  • 02 Mar 2026 17:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Wilayah Indonesia bagian timur menjadi lokasi paling ideal untuk mengamati Gerhana Bulan Total yang terjadi Selasa, 3 Maret 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut masyarakat di kawasan timur dapat menyaksikan fase awal gerhana sejak Bulan mulai terbit.

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Fachri Radjab, menjelaskan perbedaan waktu terbit Bulan membuat visibilitas gerhana tidak sama di seluruh wilayah Indonesia.

Ia mengatakan di Indonesia bagian timur, masyarakat dapat mengamati fase gerhana sejak awal hingga puncak totalitas. Sementara itu, di wilayah barat Indonesia, gerhana akan terlihat saat sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak ketika Bulan baru saja terbit.

“Wilayah timur memiliki peluang pengamatan lebih lengkap karena fase-fase awal gerhana sudah dapat terlihat saat Bulan terbit,” ujarnya.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menambahkan Gerhana Bulan Total terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti atau umbra Bumi.

Pada fase totalitas, Bulan akan tampak berwarna merah akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya berwarna biru tersebar sementara cahaya merah tetap diteruskan dan dipantulkan ke permukaan Bulan.

Berdasarkan data BMKG, gerhana dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak pada pukul 18.33.39 WIB atau 19.33.39 WITA dan 20.33.39 WIT. Gerhana berakhir sepenuhnya pukul 21.24 WIB saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan terbuka ke arah timur. Kondisi cuaca cerah menjadi faktor utama keberhasilan pengamatan.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi satu-satunya gerhana Bulan tahun ini yang dapat diamati dari Indonesia.

Rekomendasi Berita