Imunisasi Tetap Wajib meski Anak Pernah Terkena Campak

  • 13 Mar 2026 06:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Banyak orang tua mempertanyakan perlunya imunisasi bagi anak yang sudah pernah sembuh dari infeksi virus campak. Dokter Spesialis Anak, dr. Ardanta Dat Topik Tarigan, M.Biomed, Sp.A., menegaskan kalau pemberian vaksin tetap bersifat wajib bagi setiap anak.

Meskipun infeksi alami membentuk antibodi seumur hidup, imunisasi tambahan tetap diperlukan untuk melindungi anak dari ancaman virus berbahaya lainnya. Hal ini disampaikan dr. Ardanta dalam Obrolan Kesehatan Program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende pada Jumat, 6 Maret 2026 yang lalu.

Dokter Ardanta menjelaskan vaksin campak di Indonesia umumnya telah dikombinasikan dengan perlindungan terhadap penyakit lain seperti rubela dan gondongan. Pemberian vaksin gabungan ini diharapkan mampu memberikan kekebalan ganda yang menyeluruh bagi sistem pertahanan tubuh anak di masa depan.

Pentingnya imunisasi tidak hanya terbatas pada perlindungan individu, tetapi juga memiliki peran besar dalam menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Tanpa cakupan imunisasi yang tinggi di suatu wilayah, virus akan sangat mudah menyebar dan menyerang anak-anak yang rentan.

Dalam diskusi tersebut, ia menyebutkan bahwa pencapaian cakupan vaksinasi yang luas menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan di masyarakat. Jika banyak orang yang enggan divaksin, maka populasi di sekitar wilayah tersebut akan terus dihantui oleh risiko lonjakan kasus.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengikuti program imunisasi nasional menjadi tantangan berat yang harus dihadapi oleh petugas kesehatan di lapangan. Melalui vaksinasi, anak-anak tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga turut menjaga keselamatan teman sepermainan dan lingkungan sekitarnya.

Pemerintah terus berupaya menyediakan akses layanan vaksinasi yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah pelosok hingga kota. Orang tua diimbau untuk melengkapi status imunisasi anak guna menghindari dampak jangka panjang yang dapat merusak kualitas hidup generasi muda.

Kesadaran kolektif untuk mensukseskan program imunisasi menjadi benteng pertahanan terakhir dalam menghadapi ancaman virus yang terus bermutasi di tahun 2026. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menghilangkan keraguan orang tua demi tercapainya target Indonesia bebas dari penyakit menular berbahaya.

Rekomendasi Berita