Manuk Tapo Sewut, Kuliner Tradisional Khas Lamaholot yang Unik
- 22 Mar 2025 13:01 WIB
- Ende
KBRN, Flotim: Flores Timur tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, tetapi juga memiliki kuliner khas yang unik. Salah satu hidangan tradisional yang masih jarang dikenal luas adalah ‘Manuk Tapo Sewut’, makanan khas Suku Lamaholot.
Bagi masyarakat Lamaholot, terutama di Larantuka, ‘Manuk Tapo Sewut’ merupakan bagian dari tradisi kuliner yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Hidangan ini sering disajikan dalam acara keluarga maupun pertemuan di pesisir pantai.
Secara harfiah, ‘Manuk Tapo Sewut’ berarti ayam bercampur kelapa dalam bahasa setempat. ‘Manuk’ berarti ayam, ‘Tapo’ artinya kelapa, dan ‘Sewut’ bermakna mencampur, sesuai dengan proses pembuatannya yang sederhana namun kaya rasa.
Proses memasaknya diawali dengan memanggang ayam kampung hingga matang, lalu dagingnya disuwir kecil-kecil. Kemudian, ayam yang telah disuwir dicampur dengan kelapa parut, bawang merah, garam, daun serai, jeruk nipis, dan kemangi.
Perpaduan bahan alami ini menciptakan cita rasa yang khas, segar, dan gurih. Hidangan ini biasanya disantap bersama nasi atau langsung dinikmati sebagai lauk saat berkumpul bersama keluarga.
Selain sebagai makanan, ‘Manuk Tapo Sewut’ memiliki makna lebih dalam bagi masyarakat Lamaholot. Hidangan ini menjadi simbol kebersamaan, warisan leluhur yang terus dipertahankan hingga kini.
Di tengah berkembangnya berbagai kuliner modern, masyarakat Lamaholot tetap melestarikan tradisi kuliner mereka. ‘Manuk Tapo Sewut’ menjadi bukti bahwa makanan tidak hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari identitas budaya.
Pengenalan lebih luas terhadap kuliner khas ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan. Dengan begitu, kekayaan budaya dan kuliner Flores Timur bisa semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional.