Menyusuri Cita Rasa Tradisional dari Flores Timur
- 05 Mar 2026 13:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Flores Timur, sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga kekayaan kuliner tradisional yang sarat makna budaya. Berbagai makanan khas daerah ini diwariskan secara turun-temurun dan masih sering disajikan dalam acara adat maupun kehidupan sehari-hari masyarakat.
Salah satu kuliner yang cukup dikenal adalah jagung titi. Makanan ini dibuat dari jagung yang disangrai lalu dipipihkan menggunakan batu hingga menjadi serpihan tipis. Jagung titi biasanya disajikan sebagai camilan dan sering dimakan bersama kacang tanah atau ikan kering. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional yang membutuhkan ketelatenan.
Selain itu, ada pula hidangan ikan kuah asam yang menjadi favorit masyarakat pesisir Flores Timur. Ikan segar dimasak dengan bumbu sederhana seperti bawang, cabai, asam, dan daun kemangi. Rasa kuahnya yang segar dan sedikit pedas sangat cocok dinikmati bersama nasi hangat.
Kuliner khas lainnya adalah rumpu rampe, yaitu tumisan sayur yang terbuat dari campuran daun pepaya, bunga pepaya, jantung pisang, serta berbagai sayuran lain. Hidangan ini dimasak dengan bumbu khas yang memberikan rasa gurih dan sedikit pahit, namun justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya.
Tak kalah menarik, masyarakat Flores Timur juga mengenal kolo, yakni nasi yang dimasak di dalam bambu. Beras yang telah dicampur santan dan bumbu dimasukkan ke dalam bambu, kemudian dipanggang di atas api. Aroma bambu yang meresap membuat kolo memiliki cita rasa yang khas.
Kuliner-kuliner tersebut tidak sekadar menjadi makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Flores Timur. Melalui berbagai hidangan tradisional ini, generasi muda diharapkan dapat terus mengenal dan melestarikan warisan kuliner daerahnya.
Dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata di Flores Timur, kuliner lokal memiliki peluang besar untuk diperkenalkan kepada wisatawan. Upaya promosi dan pelestarian makanan tradisional menjadi langkah penting agar kekayaan rasa dari Flores Timur tetap hidup dan dikenal lebih luas.