Kuota TN Komodo Dibatasi, BTNK Dorong Wisata Daratan
- 05 Feb 2026 11:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Penerapan kuota kunjungan maksimal 1.000 orang per hari di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) mulai mengubah pola dan strategi bisnis pariwisata di Labuan Bajo. Kebijakan ini mendorong pelaku usaha untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kunjungan ke kawasan taman nasional.
Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, mengatakan pembatasan kuota yang diterapkan melalui aplikasi Sistem Informasi Online Reservasi Akses (SIORA) bukan untuk menghambat aktivitas pariwisata, melainkan sebagai upaya pengelolaan kawasan yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang pengembangan destinasi wisata daratan.
Menurutnya, selama ini potensi wisata daratan (mainland) Labuan Bajo dan sekitarnya belum digarap secara maksimal karena sebagian besar paket wisata berfokus pada kunjungan ke pulau-pulau di dalam kawasan TN Komodo.
“Kuota ini justru membuka peluang bagi teman-teman pelaku usaha untuk memasarkan paket wisata daratan. Banyak daya tarik wisata di mainland, sehingga kebijakan ini secara otomatis mendorong desain ulang paket wisata,” ujar Hendrikus dalam wawancara bersama RRI Labuan Bajo, Kamis 5 Februari 2026.
Ia menekankan pentingnya kreativitas pelaku usaha dalam menyusun jadwal dan paket perjalanan wisatawan, terutama ketika kuota kunjungan ke kawasan TN Komodo telah terpenuhi pada hari tertentu.
Salah satu strategi yang disarankan adalah penerapan sistem “delay satu hari”, yakni mengalihkan agenda wisatawan untuk mengeksplorasi destinasi daratan terlebih dahulu sebelum masuk ke kawasan taman nasional.
“Kalau kuota hari ini sudah penuh di aplikasi, bisa dilakukan delay satu hari. Hari ini wisatawan berkeliling di daratan Flores dulu, besok baru masuk ke kawasan TN Komodo saat kuotanya tersedia,” katanya.
Lebih lanjut, Hendrikus berharap kebijakan ini dapat mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata, tidak hanya terpusat di kawasan konservasi, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di destinasi daratan Labuan Bajo dan sekitarnya.
Selain itu, langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya menjaga kelestarian Taman Nasional Komodo sebagai kawasan konservasi kelas dunia tanpa mengorbankan keberlanjutan sektor pariwisata di Manggarai Barat.