Jadi Magnet Silver Economy, Pensiunan Dunia Pilih Kapal Pesiar ke TN Komodo

  • 21 Feb 2026 13:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Memasuki awal 2026, tren kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan pergeseran signifikan. Jika sebelumnya identik dengan backpacker dan petualang muda, kini destinasi di Manggarai Barat tersebut ramai dikunjungi wisatawan mancanegara usia lanjut yang datang menggunakan kapal pesiar mewah internasional.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, mengungkapkan bahwa delapan kapal pesiar yang bersandar sejak Januari didominasi penumpang dari kalangan pensiunan.

“Rata-rata penumpang kapal pesiar ini adalah mereka yang sedang menikmati masa pensiun dengan berkeliling dunia,” ujarnya dalam wawancara bersama RRI Labuan Bajo, Sabtu 21 Februari 2026.

Menurutnya, karakter wisatawan generasi perak ini cenderung tertib dan telah mempersiapkan perjalanan secara matang. Dokumen perjalanan mereka lengkap dan jadwal pelayaran yang ketat membuat potensi pelanggaran keimigrasian sangat minim.

“Mereka sangat well-prepared. Paspor dan visa sudah disiapkan rapi, serta hampir tidak ada pelanggaran karena jadwal mereka terstruktur,” kata Charles.

Guna menunjang kenyamanan segmen wisatawan tersebut, Imigrasi Labuan Bajo menerapkan skema Immigration on Shipping, yakni pemeriksaan dokumen dilakukan saat kapal masih berlayar dari negara asal seperti Australia. Dengan demikian, seluruh proses verifikasi telah rampung sebelum kapal bersandar.

“Begitu kapal tiba di Labuan Bajo, para lansia ini tidak perlu lagi mengantre di dermaga. Mereka bisa langsung turun dan menikmati destinasi,” ujarnya.

Fenomena ini membuka peluang bagi pelaku wisata lokal untuk menghadirkan layanan ramah lansia. Segmen “silver economy” dinilai potensial dan memperkuat citra Labuan Bajo sebagai destinasi yang inklusif dan profesional.

Rekomendasi Berita