BPOLBF Fokus pada Kualitas Kunjungan dan Keberlanjutan Pariwisata Labuan Bajo

  • 06 Mar 2026 19:43 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menegaskan bahwa arah pembangunan pariwisata di Labuan Bajo kini tidak lagi hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi lebih menitikberatkan pada kualitas kunjungan serta keberlanjutan destinasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T Marpaung, dalam kegiatan diskusi kolaborasi bersama media, Jumat 6 Maret 2026, mengatakan, indikator keberhasilan pariwisata Labuan Bajo saat ini tidak hanya diukur dari jumlah kedatangan wisatawan, melainkan juga dari durasi tinggal wisatawan (length of stay) serta besarnya belanja yang dilakukan selama berada di destinasi.

“Kita ingin wisatawan yang datang memiliki apresiasi tinggi terhadap alam dan budaya. Dengan tinggal lebih lama, otomatis perputaran ekonomi di tingkat bawah seperti UMKM dan jasa pemandu wisata akan semakin besar,” ujar Andhy.

Ia menjelaskan, pendekatan ini sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan destinasi, mengingat Labuan Bajo memiliki daya tarik utama berupa kawasan konservasi Taman Nasional Komodo (TNK) yang perlu dijaga kelestariannya.

Menurut Andhy, pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan daya dukung lingkungan (carrying capacity) agar ekosistem alam tidak mengalami kerusakan akibat tekanan aktivitas wisata.

Sejumlah langkah strategis pun terus didorong, antara lain penguatan pengelolaan limbah di kawasan wisata agar tidak mencemari laut dan area konservasi, serta pengembangan destinasi baru seperti Parapuar, guna memecah konsentrasi wisatawan yang selama ini bertumpu pada beberapa titik utama.

Selain itu, BPOLBF juga mendorong edukasi bagi wisatawan melalui kampanye wisata bertanggung jawab agar setiap pengunjung ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Andhy menambahkan, pariwisata berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

“Pariwisata berkelanjutan adalah investasi masa depan. Jika alamnya rusak, maka daya tariknya hilang. Karena itu, kualitas menjadi hal yang sangat penting untuk masa depan Labuan Bajo,” katanya.

Rekomendasi Berita