Tips aman agar tidak mudah aus selama Bulan puasa
- 26 Feb 2026 10:19 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Menjaga hidrasi selama bulan puasa memerlukan strategi yang tepat, bukan sekadar memperbanyak minum dalam satu waktu. Pengaturan jadwal dan pemilihan asupan yang sesuai menjadi kunci agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Strategi yang dianjurkan adalah pola minum bertahap atau metode 2 4 2. Dua gelas saat berbuka masing masing satu gelas ketika membatalkan puasa dan setelah takjil, empat gelas dicicil dari selepas tarawih hingga sebelum tidur, serta dua gelas saat sahur yaitu ketika bangun dan setelah makan.
Mengonsumsi air dalam jumlah besar sekaligus saat sahur tidak efektif karena tubuh akan cepat membuangnya melalui urine. Pola bertahap membantu penyerapan cairan lebih optimal dan menjaga keseimbangan tubuh lebih lama.
Hindari minuman dan makanan yang bersifat diuretik karena dapat mempercepat kehilangan cairan. Kopi dan teh pekat saat sahur memicu frekuensi buang air kecil lebih sering, sementara makanan tinggi garam dapat meningkatkan rasa haus di siang hari.
Pilih karbohidrat kompleks dan makanan berserat tinggi agar cadangan energi dan cairan bertahan lebih lama. Oatmeal, nasi merah, dan gandum memberikan energi stabil, sedangkan buah seperti semangka, timun, jeruk, dan melon membantu suplai air karena kandungan seratnya mengikat cairan secara perlahan.
Air kelapa dapat menjadi alternatif minuman alami karena mengandung elektrolit yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Yogurt juga baik dikonsumsi saat sahur karena kandungan air dan proteinnya membantu sistem pencernaan sekaligus mendukung hidrasi.
Pengaturan suhu tubuh turut berperan dalam mengurangi rasa haus. Gunakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat, mandi dengan air sejuk, dan batasi aktivitas luar ruangan untuk mengurangi penguapan cairan berlebih.
Bagi yang terbiasa mengonsumsi kopi setiap pagi, disarankan mengurangi asupan secara bertahap sebelum Ramadan. Langkah ini membantu mencegah gejala putus kafein seperti sakit kepala yang kerap disalahartikan sebagai dehidrasi.