Kalcer Lari Jadi Energi Baru Generasi Sanggau Muda
- 06 Feb 2026 14:44 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Budaya lari atau running culture kini berkembang pesat dan menjadi energi baru bagi generasi muda di Kabupaten Sanggau. Aktivitas ini tidak lagi sekadar olahraga, tetapi telah menjelma menjadi gaya hidup sehat yang membangun karakter dan semangat positif.
Fenomena tersebut disampaikan oleh running enthusiast asal Sanggau, Amrinadhif Akbar Rosyada, dalam dialog Entikong Menyapa, Jumat 6 Februari 2026. Menurutnya olah raga lari menjadi pilihan aktivitas yang relevan dan mudah diakses oleh anak muda.
“Lari bukan sekadar olahraga, tetapi juga ruang membangun disiplin dan konsistensi hidup sehat karena generasi muda membutuhkan aktivitas positif yang berkelanjutan,” ujar Amrinadhif.
Menurutnya, tren lari semakin diminati karena tidak memerlukan peralatan rumit dan bisa dilakukan di berbagai lingkungan. Bahkan, kawasan perbatasan seperti Entikong dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan aktivitas ini.
Melalui kegiatan lari bersama, kata Amrinadhif para peserta tidak hanya melatih kebugaran fisik, tetapi juga memperkuat jejaring sosial. Interaksi dalam komunitas lari turut menumbuhkan solidaritas dan rasa kebersamaan antaranggota.
“Budaya lari mampu memperkuat kesehatan fisik dan mental secara bersamaan, sekaligus membangun kebersamaan melalui komunitas,” kata dia.
Ia menambahkan, komunitas lari berperan penting menjaga semangat dan komitmen generasi muda agar rutin berolahraga. Nilai disiplin, pengaturan waktu, serta konsistensi latihan turut terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
Amrinadhif menilai dukungan ruang publik yang aman dan nyaman menjadi faktor pendukung utama berkembangnya budaya lari. Selain peran masyarakat, dukungan pemerintah daerah juga dibutuhkan agar budaya lari tumbuh berkelanjutan.
“Jika difasilitasi dengan baik, budaya lari dapat menjadi gerakan sosial yang positif, bukan hanya peduli kesehatan tetapi juga simbol gaya hidup sehat yang membangun masa depan generasi muda daerah,” ucapnya.