Puskesmas Entikong Tekankan Pentingnya Vitamin A Pada Anak
- 06 Feb 2026 18:26 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Kekurangan vitamin A masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama pada balita dan anak-anak. Vitamin A memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong, Mikael Kurniawan, menjelaskan bahwa dampak paling awal dari kekurangan vitamin A adalah gangguan pada penglihatan. Sudah selayaknya anak mulai pada saat dalam kandungan sudah mendapatkan vitamin A.
“Anak yang kekurangan vitamin A berisiko mengalami rabun senja, mata kering, hingga dalam kondisi berat dapat menyebabkan kebutaan,” kata Mikael dalam Obrolan sehat perbatasan RRI Entikong,Jumat 6 Februari 2026.
Menurutnya Selain berdampak pada mata, kekurangan vitamin A juga memengaruhi pertumbuhan fisik anak, vitamin A berperan dalam proses pembelahan sel dan pertumbuhan jaringan tubuh. Jika asupan vitamin A tidak terpenuhi, anak dapat mengalami hambatan pertumbuhan dan lebih rentan terhadap infeksi.
Pada balita, kekurangan vitamin A juga berpengaruh terhadap perkembangan sistem kekebalan tubuh. Anak menjadi lebih mudah sakit, terutama terkena infeksi saluran pernapasan dan diare, yang pada akhirnya dapat mengganggu proses tumbuh kembang secara menyeluruh.
Mikael menambahkan bahwa pencegahan kekurangan vitamin A dapat dilakukan melalui pemberian kapsul vitamin A secara rutin sesuai program pemerintah, serta dengan mengonsumsi makanan bergizi seperti wortel, bayam, hati, telur, dan buah-buahan berwarna oranye.Ia juga mengimbau peran aktif orang tua untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang sejak dini.
“Kesadaran orang tua sangat penting agar anak tumbuh sehat, memiliki penglihatan yang baik, dan berkembang sesuai usianya,” ujarnya.
Puskesmas Entikong kata Mikael, terus berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vitamin A. Melalui kegiatan posyandu dan penyuluhan kesehatan, sebagai langkah preventif untuk menekan angka masalah gizi pada balita dan anak di wilayah perbatasan tersebut.