Kuliner Tradisional Dayak Mendukung Identitas Budaya dan Pariwisata
- 26 Jan 2026 19:05 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Masakan dalam bambu merupakan salah satu kuliner tradisional khas masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun di pedalaman Kalimantan. Teknik memasak ini tidak hanya menghadirkan cita rasa khas, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Dayak dalam memanfaatkan alam secara lestari.
Berbagai bahan pangan, mulai dari daging, ikan, hingga sayuran hutan, dimasukkan ke dalam ruas bambu yang masih segar, bumbu tradisional kemudian ditambahkan sebelum bambu ditutup dan dibakar di atas bara api. Proses ini menghasilkan aroma asap alami yang meresap ke dalam masakan, menciptakan rasa gurih yang khas dan sulit ditiru dengan peralatan modern.
Di kalangan masyarakat Dayak, masakan bambu memiliki beragam nama dan variasi, seperti pansoh atau pansuh untuk olahan daging dan ikan. Hidangan ini kerap disajikan pada upacara adat, pesta panen, hingga penyambutan tamu sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan.
Selain kelezatannya, teknik memasak dalam bambu dinilai lebih sehat karena minim penggunaan minyak dan tidak memerlukan bahan pengawet. Bambu yang digunakan juga berfungsi sebagai wadah alami, sehingga menjaga cita rasa sekaligus nutrisi bahan makanan tetap terjaga.
Seiring meningkatnya minat terhadap kuliner tradisional dan wisata budaya, masakan bambu khas Dayak mulai dikenal lebih luas. Sejumlah pelaku pariwisata dan kuliner lokal menghadirkan hidangan ini dalam festival budaya, restoran tematik, hingga promosi wisata daerah Kalimantan.
Pemerhati budaya menilai masakan dalam bambu memiliki potensi besar sebagai identitas kuliner nasional. Di tengah gempuran makanan instan, tradisi memasak ala Dayak ini menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner berbasis alam yang unik, autentik, dan sarat nilai budaya.