Dimasak Dalam Bambu, Ini Keunikan Kuliner Ayam Pansuh

  • 27 Jan 2026 08:29 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Ayam pansuh merupakan masakan tradisional khas masyarakat Dayak di Kalimantan yang dimasak menggunakan bambu sebagai wadah alami. Hidangan ini dikenal memiliki cita rasa autentik serta mencerminkan kearifan lokal yang ramah lingkungan.

Dalam tradisi Dayak, ayam pansuh kerap disajikan pada acara adat, perayaan keluarga, hingga jamuan tamu kehormatan. Proses memasaknya tidak hanya menghadirkan rasa, tetapi juga sarat nilai budaya dan kebersamaan.

Bahan utama ayam pansuh adalah ayam kampung segar yang dipadukan dengan bumbu tradisional. Bumbu tersebut meliputi serai, daun salam, jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, dan cabai sesuai selera.

Tahap awal pembuatan dimulai dengan membersihkan ayam dan memotongnya menjadi beberapa bagian. Potongan ayam kemudian dimasukkan ke dalam bambu bersama seluruh bumbu yang telah disiapkan.

Air tidak perlu ditambahkan dalam jumlah banyak karena ayam akan mengeluarkan sari alaminya selama proses pemasakan. Mulut bambu ditutup menggunakan daun pisang untuk menjaga aroma dan cita rasa tetap terkunci.

Bambu berisi ayam lalu dibakar dengan posisi miring di atas api sedang. Proses memasak berlangsung sekitar satu hingga dua jam hingga ayam matang sempurna dan bumbu meresap.

Selama pembakaran, bambu diputar secara berkala agar panas merata. Aroma khas perpaduan bambu, ayam, dan rempah menjadi daya tarik utama masakan ini.

Setelah matang, ayam pansuh disajikan langsung dari bambu. Hidangan ini paling nikmat disantap bersama nasi hangat dan sambal tradisional khas Kalimantan.


Rekomendasi Berita