Wagub Kalbar Buka Gawai Nosu Minu Podi ke-XXI

  • 07 Jul 2025 16:41 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan didampingi Bupati Sanggau Yohanes Ontot dan Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena membuka Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XXI tingkat Kabupaten Sanggau. Acara berlangsung di Rumah Betang Dori' Mpulor di Desa Sungai Mawang Kecamaran Kapuas, Senin (7/7/2025).

Dalam sambutannya, Wagub Kalbar, Krisantus menyampaikan, ditengah pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai orang Dayak harus mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknogi.

"Kalau itu tidak kita lakukan, maka kita akan menjadi sebuah kelompok dan suku yang bakal punah ditelan zaman. Satu-satunya cara mempertahankan jati diri kita adalah dengan terus menjaga dan melestarikan budaya dayak di Kabupaten Sanggau khususnya," ujar Krisantus.

Pada kesempatan itu, Wagub memuji pelaksanaan Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XXI yang berlangsung dengan sangat baik. Kerjasama semua unsur dan lini teknis sehingga event tahunan di Kabupaten Sanggau itu dapat terselenggara dengan sangat baik.

"Saya melihat kemajuannya sudah sungguh luar biasa. Tata cara pelaksanaannya sudah begitu rapi. Kontingen-kontingen yang datang juga dengan sangat antusias dengan berbagai macam ragam pakaian adat dan semangatnya juga sungguh luar biasa," ungkap Krisantus.

Sementara itu, Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyampaikan, yang paling fundamental dalam gawai Dayak adalah masyarakat adatnya yang mampu menjaga, melestarikan dan memelihara budayanya. Selain itu, ada simbol kesungguhan dengan bersatunya adat budaya dalam satu rumpun Dayak di Gawai Nosu Minu Podi.

"Dan ini tidak tergantung hanya kepada Pemerintah saja tapi juga masyarakat adat dayak bagaimana dia mampu menjaga ini semua," kata Bupati Ontot.

Bupati juga mengingatkan, bahwa mengurus adat budaya tidak boleh dilakukan secara parsial-parsial. Unsur adat dan budaya harus dipersatukan untuk kemajuan bersama.

"Kalau parsial-parsial pada akhirnya nanti dengan perkembangan globalisasi dan teknologi komunikasi dia (adat budaya) bisa hilang. Gawai ini kita menyatukan dan menguatkan kebersamaan kita," ujarnya.

"Saya ingatkan warga dayak harus konsisten, mau dan mampu menjaga serta melestarikan adat istiadat serta budayanya. Ketika ini tidak bisa kita lakukan maka identitas mereka bisa luntur," pungkas Bupati Ontot. (Kontributor: Abang Indra).

Rekomendasi Berita