Permainan Gasing: Warisan Budaya Tradisional Nusantara

  • 22 Jan 2026 19:42 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Permainan gasing merupakan salah satu permainan tradisional yang telah dikenal sejak lama di berbagai daerah di Indonesia. Gasing adalah mainan berbentuk bulat dengan ujung runcing di bagian bawah yang dimainkan dengan cara diputar menggunakan tali. Selain sebagai hiburan, permainan gasing juga memiliki nilai budaya, sejarah dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

Mengutip laman Kemenparekraf, permainan gasing dapat ditemukan di banyak daerah seperti Bali, Lombok, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera dengan bentuk dan nama yang berbeda-beda. Di Bali, gasing sering dimainkan dalam kompetisi yang disebut megasing, sementara di Kalimantan dan Sulawesi gasing menjadi bagian dari perayaan adat atau pesta rakyat. Bahan gasing umumnya terbuat dari kayu keras, bambu atau logam, tergantung tradisi daerah setempat.

Cara memainkan gasing cukup sederhana namun membutuhkan keterampilan. Tali dililitkan pada badan gasing kemudian gasing dilempar ke tanah sambil menarik tali dengan kuat agar gasing dapat berputar stabil dan lama. Dalam beberapa daerah, permainan ini dilakukan secara kompetitif, misalnya untuk melihat gasing siapa yang berputar paling lama atau mampu menjatuhkan gasing lawan.

Permainan gasing mengajarkan nilai sportivitas, ketekunan dan kerja keras. Anak-anak belajar mengasah koordinasi tangan dan mata, kesabaran serta strategi. Selain itu, permainan ini juga mempererat hubungan sosial karena biasanya dimainkan secara berkelompok di ruang terbuka.

Di era modern, permainan gasing mulai jarang dimainkan karena tergeser oleh permainan digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian melalui pendidikan, festival budaya, dan pengenalan permainan tradisional di sekolah. Dengan melestarikan permainan gasing, kita turut menjaga identitas budaya bangsa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita