Atlet Muda Fakfak Antusias Ikuti Kejuaraan Esport
- 23 Nov 2025 14:18 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Puluhan tim dari dalam maupun luar Kabupaten Fakfak, Papua Barat, turut ambil bagian dalam Kejuaraan Esport Bupati Fakfak Cup 2025 yang resmi digelar untuk memeriahkan HUT ke-125 Fakfak. Ajang ini menjadi salah satu kompetisi Esport terbesar yang pernah digelar di Fakfak dengan antusias peserta yang membeludak.
Ketua Pengurus Besar Elektronik Sports Indonesia (PBESI) Kabupaten Fakfak, Alexander Tansil, mengatakan kejuaraan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi daerah, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang Esport. “Selain memeriahkan HUT ke-125, ajang ini sekaligus menjadi wadah mengasah bakat generasi muda Fakfak,” ujar Alexander, Minggu (23/11/2025).
Dalam turnamen ini, panitia mempertandingkan empat kategori game populer, yaitu Free Fire, Mobile Legend, Football Console PS4, dan Football Mobile. Keempat game tersebut dipilih karena memiliki basis pemain terbesar di daerah tersebut dan dinilai mampu menarik minat peserta lintas usia.
Alexander menjelaskan, jumlah peserta di setiap kategori tercatat cukup besar. Untuk Free Fire terdapat 60 tim dengan empat pemain per tim, Mobile Legend diikuti 32 tim dengan lima pemain per tim, sementara e-football console diikuti 40 peserta dan e-football mobile oleh 32 pemain. “Babak penyisihan sudah berlangsung sejak tanggal 20, sementara final digelar pada 22 dan 23 November di RTH Ma’ruf Amin,” jelasnya.
Besarnya minat peserta membuat turnamen ini menarik perhatian tim dari luar Fakfak. Sejumlah peserta berasal dari Bintuni, Kaimana, Sorong, Manokwari hingga Makassar. Alexander mengatakan, keikutsertaan tim luar daerah memberikan warna baru sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi. “Supaya anak-anak Fakfak bisa merasakan euforia pertandingan dengan pemain luar serta mampu mengasah bakat,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan peserta dari berbagai daerah memberikan tantangan tersendiri, karena para pemain Fakfak dapat berhadapan dengan gameplay yang lebih beragam dan kompetitif. Hal ini diharapkan dapat menambah pengalaman para atlet lokal sehingga mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Alexander menyebut turnamen ini akan digelar secara berkelanjutan dengan piala bergilir di setiap musim.
Ia juga menegaskan bahwa Fakfak memiliki banyak potensi bibit atlet Esport yang belum sepenuhnya tergali. Sejak PBESI Fakfak terbentuk pada 2021, sejumlah atlet sudah dikirim untuk bertanding di luar daerah, termasuk pada gelaran PON XX Papua di Jayapura, di mana atlet Free Fire Fakfak berhasil meraih medali perunggu mewakili Papua Barat.
Ke depan, Alexander berharap dukungan yang lebih kuat dari Pemerintah Kabupaten Fakfak, terutama dalam pembinaan dan peningkatan kualitas jaringan internet yang selama ini menjadi kendala utama. “Potensi kita luar biasa, hanya saja untuk mengikuti event nasional secara online sering terkendala jaringan yang tidak stabil,” pungkasnya.