Menuju Kampus Internasional, Polinef Perkuat Bahasa Inggris

  • 02 Feb 2026 12:52 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) mengambil langkah strategis dengan membuka akses pembelajaran Bahasa Inggris bagi masyarakat luas sebagai bagian dari upaya membangun kampus berkelas internasional di wilayah Papua Barat. Inisiatif ini dinilai sebagai terobosan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia daerah agar mampu bersaing di tingkat global.

Direktur Polinef, Muhammad Nur, mengatakan salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah pembentukan koperasi pengajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga anak usia dini hingga masyarakat umum. Menurutnya, pendekatan ini penting agar penguasaan Bahasa Inggris dapat dimulai sejak jenjang pendidikan dasar.

“Kami sudah membentuk koperasi dan berusaha mengembangkan sumber daya mulai dari anak TK, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa dan dosen untuk pelatihan belajar Bahasa Inggris,” ujar Muhammad Nur.

Ia menjelaskan, melalui koperasi tersebut Polinef akan membuka kursus kecakapan berbahasa Inggris yang difasilitasi langsung oleh institusi. Seluruh kegiatan pembelajaran akan dipusatkan di lingkungan Kampus Polinef dan terbuka bagi siapa saja yang memiliki komitmen untuk belajar. “Program ini kami rancang untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan unggul, terutama dalam penguasaan Bahasa Inggris yang saat ini menjadi kebutuhan utama di berbagai sektor,” jelasnya.

Muhammad Nur menambahkan, program ini juga menjadi kewajiban bagi para dosen sebagai bagian dari transformasi Polinef menuju kampus bertaraf internasional. Untuk pembiayaan, mahasiswa dan civitas akademika Polinef akan mendapatkan bantuan, sementara peserta dari luar kampus dikenakan biaya yang disesuaikan.

Selain itu, Polinef juga menargetkan kehadiran layanan sertifikasi internasional seperti TOEFL dan IELTS di Kabupaten Fakfak. “Dengan adanya sertifikasi di daerah, masyarakat tidak perlu lagi ke luar Fakfak. Kami berharap peluang ini dimanfaatkan sebaik-baiknya karena kemampuan Bahasa Inggris adalah tuntutan zaman,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita