Pengembangan Wisata Fakfak Fokus Pelestarian Situs Budaya

  • 05 Jan 2026 13:40 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik destinasi wisata yang ada di daerah ini. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata sekaligus pelestarian budaya dan sejarah lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak, Muhammad Ilham Nurdin, menjelaskan bahwa ke depan pihaknya akan menyesuaikan program kerja dengan visi dan misi kepala daerah. “Untuk ke depan, tentunya kita akan menyesuaikan dan memaksimalkan proses target dari visi misi kepala daerah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, salah satu fokus pengembangan berada di wilayah Kokas, khususnya di sekitar Teluk Berau. Di kawasan tersebut direncanakan penguatan konsep persona Kokas melalui berbagai program yang melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), terutama pada destinasi yang berkaitan dengan situs-situs sejarah dan budaya.

Selain itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga melakukan penambahan fasilitas pendukung di Destinasi Wisata Andamata. Penambahan fasilitas tersebut dilakukan pada tapak-tapak tangan atau tapuran ramuh melalui Balai Pelestarian Kebudayaan, dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan situs purbakala yang ada di lokasi tersebut.

“Balai Pelestarian Kebudayaan juga berperan dalam melindungi situs-situs yang ada, termasuk di Andamata yang masuk kategori situs purbakala,” jelas Ilham. Upaya ini dilakukan agar pengembangan wisata tidak menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang melekat pada kawasan tersebut.

Lebih lanjut, Ilham menyebutkan adanya rencana pembugaran lanjutan Masjid Patimburak yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Pembugaran ini dilakukan berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan sebelumnya dan masuk dalam program pelestarian situs religi bersejarah di Kabupaten Fakfak.

Ia berharap, seluruh program pengembangan dan pelestarian tersebut dapat berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan serta kenyamanan pengunjung. “Targetnya tentu akan mempengaruhi kunjungan wisatawan dan kenyamanan wisatawan dalam berkunjung,” pungkasnya, seraya menambahkan bahwa wilayah Kokas dan sekitarnya juga merupakan kawasan bersejarah yang berkaitan dengan situs Perang Dunia Kedua.

Rekomendasi Berita