Disparbud Fakfak Prioritaskan Festival Kogan-Kandin Tahun 2026
- 05 Mar 2026 11:39 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menegaskan sejumlah prioritas program tahun 2026 akan diselaraskan dengan visi-misi kepala daerah, khususnya pada penguatan kawasan Teluk Berau atau Kokas sebagai bagian dari pengembangan wilayah. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Periwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak, Muhammad Ilham Nurdin, saat diwawancarai terkait rencana program Disparbud tahun 2026.
Ilham mengatakan, prioritas seperti pengembangan kawasan Kokas yang tertuang dalam visi-misi kepala daerah harus dijabarkan secara teknis dalam bentuk program dan kegiatan yang terukur. “Prioritas-prioritas yang tertuang misalnya seperti persona Kokas secara kewilayahan yang ada di visi-misi kepala daerah, tentunya di sini kita harus menjabarkan maksud dan tujuan kepala daerah tersebut ke dalam program kegiatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada 2026 Disparbud kembali mengagendakan program pelestarian budaya melalui Festival Kogan-Kandin. Festival tersebut sebelumnya telah dilaksanakan pada 2023, namun tidak digelar pada 2024 dan 2025 karena penyesuaian hasil pembahasan dan pagu anggaran.
“Di 2026 ini kita selenggarakan kembali Festival Kogan-Kandin. Areanya di Teluk Berau atau Kokas dan sekitarnya, dan untuk perencanaan spesifik di Kampung Mambuni-buni,” kata Ilham.
Menurutnya, Festival Kogan-Kandin akan mengangkat tradisi pasar barter yang telah berlangsung secara turun-temurun di Kabupaten Fakfak. Tradisi tersebut merupakan proses tukar-menukar antara keluarga di wilayah pegunungan dan keluarga di wilayah pesisir untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.
“Pasar barter ini sudah terlaksana beratus-ratus tahun. Itu yang menjadi obyek yang mau kita angkat dalam pelaksanaan Festival Kogan-Kandin. Kogan-Kandin ini kan ketemu atau bertemu, menceritakan keluarga di gunung bertemu dengan keluarga di pesisir untuk melakukan barter,” jelasnya.
Selain festival budaya, Disparbud juga tetap melaksanakan agenda Pesona Kota Pala sebagai ajang promosi daerah dan potensi pariwisata. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan sejumlah agenda pendukung yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif.
“Pesona Kota Pala juga sebagai ajang promosi daerah dan potensi. Di situ ada agenda-agenda ikutan yang diharapkan dapat mendongkrak pelaku ekonomi kreatif, karena terdapat stan-stan untuk mempromosikan dan menjual produk-produk ekonomi kreatif,” ujarnya.
Di samping itu, Disparbud Fakfak juga memprogramkan kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas pengelola destinasi wisata. Langkah ini dinilai penting agar objek-objek wisata di Fakfak semakin kuat dari sisi manajemen dan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Objek-objek wisata perlu kita perkuat dalam peningkatan kapasitas dan manajemennya agar bisa dan mampu menghasilkan PAD. Di samping itu, proses sinergitas antara OPD, khususnya Disparbud dengan Badan Pendapatan Daerah, menjadi penting untuk memaksimalkan PAD melalui perhatian pada destinasi wisata dan pengelolanya,” pungkas Ilham.