Dadali Bangkit dan Tegaskan Eksistensi lewat “Tanpa Dirimu Disisiku”
- 03 Mar 2026 21:27 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo: Sejak memulai perjalanan musiknya pada 2009, Dadali perlahan membangun reputasi sebagai salah satu band pop yang diperhitungkan di Tanah Air. Di awal kemunculannya, mereka langsung mencatat pencapaian membanggakan dengan menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Januari 2011 untuk kategori jumlah penonton terbanyak dalam waktu singkat. Rekor tersebut diraih lewat video klip lagu “Disaat Aku Mencintaimu” yang diunggah di platform YouTube dan mendapat respons luar biasa dari publik.
Namun perjalanan panjang itu tak selalu berjalan mulus. Tahun 2021 menjadi masa penuh duka bagi Dadali setelah dua personelnya, Yuda (gitar) dan Rixx (keyboard), berpulang akibat sakit. Kehilangan tersebut menjadi pukulan berat bagi band yang telah bersama selama bertahun-tahun. Memasuki awal 2024, dua personel yang tersisa, Dyrga (vokal) dan Ikar (gitar), memutuskan melanjutkan perjuangan dengan mengajak Boim (gitar) dan Hendi (bass) sebagai anggota tetap, membuka lembaran baru bagi perjalanan Dadali.
Kini Dadali kembali menyapa penikmat musik Indonesia melalui single teranyar bertajuk “Tanpa Dirimu Disisiku”. Lagu ini menjadi penegasan bahwa Dadali tetap berdiri tegak dengan identitas yang telah mereka bangun sejak awal. Dikenal konsisten menghadirkan lagu-lagu bertema cinta yang sederhana dan menyentuh, band ini kembali menghadirkan karya yang relevan di tengah perubahan industri musik yang begitu cepat. Single tersebut bukan sekadar rilisan baru, melainkan simbol keberlanjutan eksistensi mereka.
Secara musikal, “Tanpa Dirimu Disisiku” dikemas dalam balutan pop ringan yang mudah dinikmati dan sarat nuansa emosional. Aransemen lembut berpadu dengan lirik yang kuat menjadi daya tarik utama. Lagu ini bercerita tentang penyesalan mendalam akibat ego yang membuat seseorang kehilangan sosok berharga dalam hidupnya—figur yang selama ini melengkapi dan setia hadir dalam setiap keadaan. Tema tersebut diharapkan dapat menyentuh banyak pendengar, sebagaimana karya-karya Dadali sebelumnya yang sempat mendominasi tangga lagu dan menjadi latar kisah cinta banyak orang.
Konsistensi dalam mengusung pop melankolis tetap menjadi kekuatan Dadali hingga kini. Di tengah tren musik yang terus berganti, mereka memilih bertahan pada karakter emosional yang telah melekat kuat di hati penggemarnya. Lebih dari 15 tahun berkarya, Dadali telah melahirkan sejumlah lagu populer seperti “Disaat Sendiri” (2013), “Disaat Aku Tersakiti” (2014), “Cinta Yang Tersakiti” (2015), “Disaat Aku Pergi” (2016), hingga “Disaat Patah Hati” (2018), yang mendapat apresiasi tidak hanya di Indonesia tetapi juga di sejumlah negara Asia. Melalui karya terbaru ini, Dadali optimistis dapat kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu band pop Indonesia dengan perjalanan panjang dan kontribusi nyata di industri musik.