Hindari Kebiasaan Buruk usai Makan
- 03 Mar 2026 19:53 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan yang kerap dilakukan setelah makan justru dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan. Mulai dari langsung tidur hingga merokok, perilaku tersebut berpotensi mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya memberi jeda waktu sebelum melakukan aktivitas tertentu agar sistem pencernaan bekerja optimal.
Langsung tidur setelah makan, misalnya, dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, berbaring setelah makan membuat asam lambung lebih mudah naik karena posisi tubuh yang datar. Karena itu, disarankan memberi jeda setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur.
Kebiasaan minum teh atau kopi segera setelah makan juga sebaiknya dihindari. Kandungan tanin dalam teh dan senyawa tertentu dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. World Health Organization (WHO) dalam berbagai publikasi gizinya menjelaskan bahwa penyerapan zat besi non-heme dari sumber nabati memang sensitif terhadap zat penghambat seperti tanin dan polifenol.
Selain itu, rebahan atau bermain ponsel dalam posisi setengah berbaring setelah makan dapat membuat lambung terasa penuh dan begah. Posisi tersebut berpotensi memperlambat proses pengosongan lambung. Para ahli menyarankan aktivitas ringan seperti berjalan santai selama 10–15 menit untuk membantu memperlancar pencernaan.
Merokok setelah makan juga berdampak negatif. Berdasarkan keterangan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kebiasaan merokok dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan memperburuk gangguan lambung. Nikotin dalam rokok diketahui dapat memengaruhi fungsi sfingter esofagus bawah sehingga meningkatkan risiko refluks asam.
Kebiasaan mandi segera setelah makan pun sering dikaitkan dengan terganggunya proses pencernaan. Saat mandi, terutama dengan air hangat, aliran darah akan lebih banyak menuju kulit, sehingga secara teori dapat mengurangi fokus aliran darah ke organ pencernaan. Meski tidak selalu berbahaya, para ahli menyarankan memberi jeda waktu sekitar 30 menit sebelum mandi.
Olahraga berat setelah makan juga sebaiknya ditunda. Aktivitas fisik intens dapat memicu mual, kram perut, hingga gangguan pencernaan karena tubuh memprioritaskan aliran darah ke otot dibandingkan ke lambung. Harvard Medical School dalam publikasi kesehatannya menganjurkan jeda sekitar satu hingga dua jam sebelum melakukan olahraga berat, tergantung porsi makan.
Tenaga kesehatan mengingatkan, menjaga pola makan saja tidak cukup tanpa dibarengi kebiasaan yang tepat setelahnya. Memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan dengan optimal menjadi langkah sederhana namun penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.