APTISI Gorontalo Dukung Pelaksanaan Kampus Berdampak
- 04 Feb 2026 12:14 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Perguruan tinggi swasta (PTS) di Gorontalo telah menjalankan misi pengabdian dengan baik dan siap mendukung berbagai program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, termasuk Program Kampus Berdampak. Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Gorontalo, Azis Rachman, dalam dialog interaktif pada Senin, 2 Februari 2026.
Menurut Azis, Program Kampus Berdampak akan semakin memperkuat peran PTS dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia menjelaskan, tujuan dari program ini adalah agar peran perguruan tinggi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Selama ini, PTS sudah melaksanakan berbagai program pengabdian masyarakat dengan baik. Sebagai contoh, sebelum Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) digulirkan, kami sudah melaksanakan pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan kegiatan kewirausahaan yang berkolaborasi dengan UMKM,” ungkap Azis Rachman.
Menurutnya, Program Kampus Berdampak sangat relevan dengan kebutuhan saat ini, di mana perguruan tinggi perlu berperan lebih aktif dalam menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Ia menambahkan, APTISI akan mendukung pelaksanaan program ini dengan sinergi dan kolaborasi, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Gorontalo, serta langsung memberdayakan masyarakat.
"Kami berharap program-program yang dijalankan oleh perguruan tinggi swasta dapat berdampak langsung kepada masyarakat, seperti melalui KKN Tematik yang fokus pada pemberdayaan atau melalui kewirausahaan yang mendukung UMKM," tambahnya.
"APTISI akan terus mendukung program-program Kementerian dan Insya Allah akan terus berkolaborasi serta bersinergi. Program seperti Kampus Berdampak ini kami rasa akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Gorontalo, dan lebih luas lagi di Indonesia," lanjut Azis.
Azis Rachman juga menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum sebagai langkah awal untuk mendukung program-program tersebut. Dengan adanya Program Kampus Berdampak, diharapkan perguruan tinggi, khususnya PTS, dapat lebih maksimal dalam memberikan solusi langsung terhadap permasalahan sosial dan ekonomi yang ada di masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai sektor, menjadi langkah penting dalam menciptakan perubahan yang positif.
“Kami berharap, dengan adanya penyesuaian kurikulum, perguruan tinggi swasta di Gorontalo dapat lebih fokus dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja. Setiap lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi swasta harus siap untuk langsung terserap ke pasar kerja. Oleh karena itu, kurikulum yang tepat dan relevan dengan teknologi yang terus berkembang adalah kunci utama,” ujar Azis Rachman. (RA)