Lengan Gurita Inspirasi Robot Masa Depan
- 22 Feb 2026 13:29 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Gurita terus memukau para ilmuwan sekaligus menginspirasi para insinyur lewat kemampuan unik yang dimilikinya. Hewan laut ini memiliki delapan lengan yang dapat bergerak dengan cara yang tidak bisa dilakukan manusia, menunjukkan fleksibilitas dan kendali luar biasa.
Setiap lengan gurita mampu menekuk, memutar, memanjang, dan memendek dengan presisi tinggi. Kombinasi gerakan ini memungkinkan mereka berburu mangsa, bersembunyi dari predator, hingga menjelajahi celah-celah sempit di dasar laut dengan mudah.
Dikutip dari MediaIndonesia.com, para peneliti berharap dengan mengungkap rahasia gerakan lengan gurita, mereka dapat merancang lengan robot fleksibel yang mampu digunakan dalam misi penyelamatan maupun eksplorasi di lingkungan berbahaya. Selama ini, penelitian banyak dilakukan di akuarium, yang belum tentu mencerminkan kompleksitas perilaku gurita di alam liar. Kini, kesenjangan tersebut mulai teratasi melalui studi lapangan yang lebih mendalam.
Invertebrata Paling Cerdas
Gurita dikenal sebagai salah satu invertebrata paling cerdas di Bumi. Mereka mampu memecahkan teka-teki, membuka stoples, bahkan melarikan diri dari akuarium. Otaknya sangat kompleks, dengan sekitar 500 juta neuron—jumlah yang mendekati otak anjing.
Yang membuatnya semakin menarik, dua pertiga neuron gurita berada di lengannya. Artinya, setiap lengan dapat merasakan, bergerak, dan mengambil keputusan sendiri, sambil tetap terhubung dengan otak pusat. Kecerdasan ini juga terlihat dari kemampuannya menggunakan alat, seperti membawa batok kelapa untuk berlindung, serta mengubah warna dan tekstur tubuh secara cepat untuk berkamuflase.
Studi di Habitat Asli
Penelitian terbaru dari Marine Biological Laboratory dan Florida Atlantic University memberikan analisis komprehensif tentang pergerakan lengan gurita di habitat alaminya. Para peneliti merekam 25 gurita liar di enam lokasi berbeda, mulai dari kawasan Karibia hingga perairan Spanyol.
“Mempelajari dan mencatat perilaku gurita liar di lapangan memberi kami kesempatan untuk menganalisis repertoar perilaku yang lebih luas dan memahami bagaimana mereka menggunakan lengannya,” ujar Chelsea Bennice, salah satu peneliti dalam studi tersebut.
Dipandu Sentuhan
Berbeda dari banyak hewan lain, gurita sangat mengandalkan sentuhan dibandingkan penglihatan. Hampir 100 pengisap di setiap lengannya mengandung reseptor kemoreseptor-taktil yang berfungsi mirip gabungan hidung, bibir, dan lidah manusia.
Menemukan gurita di alam liar bukan hal mudah karena kemampuan kamuflase mereka membuat tubuhnya hampir tak terlihat. Penyelam biasanya mencari petunjuk seperti tumpukan cangkang kerang dan sisa makanan di sekitar sarang untuk mengetahui keberadaan hewan ini.
Mekanika Gerak yang Kompleks
Dalam penelitian tersebut, ilmuwan mengidentifikasi 12 jenis gerakan lengan dalam 15 perilaku berbeda. Seluruh gerakan itu tersusun dari empat deformasi dasar: memendek, memanjang, membengkok, dan memutar.
Pemanjangan dan pemendekan paling sering terjadi di dekat pangkal lengan, sementara pembengkokan lebih dominan di bagian ujung. Pola spesialisasi ini memungkinkan gurita mengombinasikan gerakan untuk merangkak, menyelidiki celah terumbu karang, hingga meluncurkan serangan mendadak.
Di alam liar, gurita dapat mengandalkan satu lengan untuk meraih mangsa atau mengoordinasikan beberapa lengan sekaligus saat bergerak cepat.
Inspirasi bagi Teknologi Masa Depan
Dengan hampir 7.000 deformasi lengan yang diamati, studi ini menegaskan tingkat kendali dan fleksibilitas luar biasa pada gurita. Temuan tersebut menjadi referensi penting dalam pengembangan robotika lunak, di mana para insinyur berupaya menciptakan lengan robot yang lentur, adaptif, dan presisi.
“Memahami perilaku alami ini tidak hanya memperdalam pengetahuan tentang biologi gurita, tetapi juga membuka jalan baru di bidang ilmu saraf, perilaku hewan, dan robotika lunak,” kata Bennice.
Dari dasar laut hingga laboratorium teknologi, gurita membuktikan bahwa solusi alam kerap menjadi inspirasi inovasi manusia. Fleksibilitas dan kemampuan adaptasi mereka menjadi simbol bahwa perubahan dan kreativitas adalah kunci bertahan hidup—baik di ekosistem laut maupun dalam pengembangan teknologi masa depan.