Semaraknya Malam Puncak HUT Museum Pusaka Nias

  • 12 Nov 2025 17:43 WIB
  •  Gunung Sitoli

KBRN, Gunungsitoli: Puncak HUT Ke-30 Museum Pusaka Nias berlangsung semarak dan dimeriahkan dengan berbagai atraksi sanggar budaya, Selasa (11/11/2025).

Tampaknya kegiatan puncak ini dirancang untuk menampilkan budaya Nias yang diwariskan secara turun temurun. Tamu undangan dan pengunjung dipuaskan dengan atraksi budaya diantarnya dari Sanggar Ladari, Sanggar desa Hilisimaetano dengan Famadaya Harimo, Sanggar Museum Pusaka Nias dengan Hikayat Luomewona serta Fashion Show Wastra nusantara persembahan Dekranasda kabupaten/kota.

Yang istimewa pada acara puncak, pendiri Museum Pusaka Nias, Pastor Johannes Hammerle mendapat kehormatan diusung dengan kursi kebesaran menuju lokasi acara di aula Eho serta juga mendapatkan Baru Luo Sihandro Tano yang disematkan oleh 5 Kepala Daerah di kepulauan Nias bersama Kustos.

Pada acara puncak juga dilaksanakan penandatanganan prasasti Museum Pusaka Nias oleh Wali Kota Gunungsitoli, penyerahan sertifikat tanah Museum Pusaka Nias dari BPN serta pemotongan tumpeng.

Sebelum acara dimulai juga terlaksana Mini Tour Museum Pusaka Nias yang dipandu oleh Direktur Museum Pusaka Nias dan dilanjutkan dengan penanaman pohon Endemik Nias oleh Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Wali Kota Gunungsitoli, Wakil Bupati Nias Utara, Wakil Bupati Nias Barat, Mewakili Bupati Nias Selatan, Ketua Panitia HUT Museum Pusaka Nias dan dihadiri banyak tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk masyarakat luas.

Tari Famadaya Harimao Tampil Pada Puncak HUT Ke-30 Museum Pusaka Nias

Adapun tema HUT Ke-30 Museum Pusaka Nias yakni “Museum milik bersama, menghidupkan warisan, menggerakkan generasi.”

Pendiri Museum Pusaka Nias, Pastor Johannes Hammerle saat menyampaikan sambutannya mengucapkan terimakasih untuk semua pihak ya baik pemerintah daerah sekepulauan Nias, Ordo Kapusin, Tukang dan para Pegawai Museum Pusaka Nias, Ketua Panitia HUT Ke-30 Museum Pusaka Nias dan jajarannya, serta Sahabat dan Donatur.

“Setiap jejak tentang Museum Pusaka Nias bukanlah tentang saya pribadi, ini adalah bukti kekuatan kolaborasi antara lembaga agama, pemerintah, akademisi, internasional dan masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, diusia yang ke-30 ini mari kita jadikan momentum ini bukan sebagai puncak melainkan sebagai titik tolak baru, masih banyak yang harus kita lakukan. Selamat merayakan Museum Pusaka Nias, terimakasih banyak, Ya’ahowu,” kata Pastor Johannes.

Baca Juga: Masyarakat Diajak Mengimani 3 Ikrar Kebudayaan

Rekomendasi Berita