Dendi Reynando: Saya Ingin Film ‘Pelangi di Mars’ jadi Core Memory

  • 14 Mar 2026 12:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Film ‘Pelangi di Mars’ dijadwalkan tayang mulai 18 Maret 2026 dan bertepatan dengan momentum libur Lebaran. Sang Produser, Dendi Reynando, berharap film berdurasi 112 menit itu dapat menjadi kenangan berharga bagi keluarga Indonesia.

Dendi ingin waktu yang dihabiskan penonton di bioskop menghadirkan inspirasi, refleksi, serta momen kebersamaan orang tua dan anak. “Saya pengen film ini menjadi salah satu core memory, agar 112 menit yang dihabiskan menjadi 112 menit berharga,” ujar Dendi, dalam Intimate Screening film Pelangi di Mars yang digelar di Plaza Senayan XXI, Jakarta, pada Jumat, 13 Maret 2026.

Sebelumnya, ia mengatakan ide produksi film ini berangkat dari kegelisahannya melihat minimnya pilihan film anak dan keluarga di bioskop. Dari situlah muncul keinginan untuk menghadirkan film keluarga produksi Indonesia.

Gagasan tersebut kemudian ia diskusikan dengan sutradara Upie Guava dan keduanya langsung sepakat untuk mewujudkan ‘Pelangi di Mars’. “Teknologi kita develop sendiri, mulai dari virtual production-nya, animasi berbasis game engine-nya, dan motion capture,” katanya.

Dendi menuturkan, tantangan terbesar dalam produksi film ini adalah menciptakan latar cerita di planet Mars yang identik dengan biaya produksi tinggi. Selain aspek bisnis, Dendi juga menyoroti pentingnya cerita dalam membentuk cara pandang generasi muda.

Intimate Screening film Pelangi di Mars yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, di Plaza Senayan XXI, Jakarta, pada Jumat, 13 Maret 2026 (Foto: RRI/Hana Syarif)

Perilisan ‘Pelangi di Mars’ turut mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Deputi Kreativitas Media Kemenekraf, Agustini Rahayu menilai, film ini menjadi bukti film Indonesia berkembang dari sisi teknologi produksi.

Apalagi, menurut Ayu, film ini juga mengangkat isu keberlanjutan lingkungan. Pesan ini menjadi penting terutama bagi generasi muda yang semakin peduli dengan bumi yang kita tinggal bersama.

“Kami berharap ‘Pelangi di Mars’ dapat menginspirasi film Indonesia yang berani bereksperimen dengan teknologi baru dan berbagai genre. Kami juga berharap kehadiran film ini menguatkan ekosistem film nasional,” ungkap Ayu.

Rekomendasi Berita