Terjebak Macet saat Mudik, Begini Cara Pakai AC Mobil agar Tak Boros BBM
- 17 Mar 2026 11:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perjalanan mudik sering diwarnai kemacetan panjang di ruas jalan, termasuk tol. Banyak pengendara tetap menyalakan AC demi menjaga kenyamanan di dalam kabin.
Namun penggunaan AC saat mobil dalam keadaan berhenti lama dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Kondisi ini membuat mesin bekerja lebih berat meski kendaraan tidak bergerak.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menyebut ada beberapa cara menghemat BBM. Terutama saat kendaraan terjebak kemacetan dalam perjalanan mudik.
“Kalau mobil dalam keadaan stasioner, BBM bisa lebih boros ,” kata Yannes, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Selasa, 17 Maret 2026. Menurutnya, dalam keadaan diam, pemborosan BBM akibat penggunaan AC mencapai lima hingga sepuluh persen.
Ia menyarankan pengemudi mengatur suhu AC pada tingkat nyaman. Suhu sekitar 24 derajat Celsius dinilai paling ideal saat berkendara maupun berhenti.
Menurutnya, suhu yang terlalu dingin membuat mesin bekerja lebih berat. Kompresor AC, lanjutnya, membutuhkan tenaga tambahan dari mesin kendaraan.
“Kalau langsung disetel paling dingin, mesin akan bekerja lebih berat di awal,” ujarnya. Hal ini karena sistem AC akan menarik udara panas di kabin.
Yannes juga menyarankan untuk membuka jendela mobil sedikit ketika kendaraan berhenti lama. Bukaan sekitar dua hingga tiga sentimeter dapat membantu pertukaran udara.
“Misalnya jendela kanan sebelah driver dan sebelah kiri di daerah penumpang belakang dibuka 2-3 cm. Sehingga akan terjadi pertukaran udara,” katanya.
Selain itu, Yannes juga mengingatkan potensi bahaya gas beracun, terutama pada mobil yang sudah berumur. “Waspada keracunan gas karbon monoksida, apalagi kalau lagi stasioner dan jendela tertutup,” ujarnya.
Yannes menyebut perawatan AC mobil juga penting untuk menjaga efisiensi bahan bakar. AC yang jarang diservis, menurutnya, dapat menambah beban kerja mesin kendaraan.
“Kalau AC jarang diservis, partikel dan kotoran di sistem blower bisa mengganggu kinerja,” kata Yannes. Kondisi itu, lanjutnya, berpotensi membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros.