Astronom Temukan Metanol dalam Komet Antarbintang 3I/ATLAS

  • 12 Mar 2026 14:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Chile - Para astronom mengungkap penemuan terkait komet antarbintang 3I/ATLAS. Mengutip Space.com, ternyata komet ini "meledak" dengan kandungan metanol yang melimpah.

Tim berhasil memetakan komposisi gas yang menyembur dari permukaan es komet tersebut saat ia mendekati Matahari. Mereka menggunakan teleskop radio canggih Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chile.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa 3I/ATLAS memiliki konsentrasi metanol (sejenis alkohol sederhana) yang jauh lebih tinggi. Data ini dibandingkan komet-komet yang lahir di sistem tata surya kita sendiri.

"Mengamati 3I/ATLAS seperti mengambil sidik jari dari sistem tata surya lain," ujar Nathan Roth, profesor dari American University sekaligus penulis utama studi ini. Menurutnya, detail kimiawi ini mengungkap asal-usul komet tersebut yang sangat berbeda dengan ‘penduduk asli’ lingkungan matahari kita.

Para ilmuwan membandingkan rasio antara metanol dan hidrogen sianida. Pada komet biasa di tata surya kita, rasio ini cenderung stabil.

Namun, pada 3I/ATLAS, jumlah metanolnya mencapai 70 hingga 120 kali lipat lebih banyak daripada hidrogen sianida. Dengan kata lain, ilmuwan memprediksi bahwa komet ini terbentuk di lingkungan yang jauh lebih dingin.

Data ALMA mengungkap, metanol tidak hanya keluar dari inti komet. Metaol juga dilepaskan oleh butiran-butiran es kecil yang melayang di sekelilingnya (koma).

Rekomendasi Berita