Pemprov DKI-Kementerian Kebudayaan Kolaborasi Perkuat Pemajuan Budaya

  • 10 Mar 2026 14:58 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya memperkuat pelestarian budaya di ibu kota semakin dipercepat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menjalin kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia untuk memperkuat pemajuan kebudayaan, pelestarian cagar budaya, serta pengembangan sektor permuseuman.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Kebudayaan dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang berlangsung di Gedung E Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan serta berbagai pihak yang terus mendorong penguatan sektor kebudayaan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya pemajuan kebudayaan di Jakarta secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, melalui kerja sama tersebut Pemprov DKI Jakarta akan memperkuat berbagai program, mulai dari perlindungan, pengembangan, hingga pemanfaatan kebudayaan. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kebudayaan serta peningkatan capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan juga menjadi fokus utama.

“Melalui kerja sama ini, kami akan terus memperkuat pemajuan kebudayaan, mulai dari perlindungan, pengembangan, pemanfaatan kebudayaan, hingga pembinaan sumber daya manusia serta peningkatan capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan,” ujar Rano Karno di Jakarta.

Menurutnya, Jakarta merupakan ruang pertemuan berbagai ekspresi budaya yang hidup berdampingan. Tradisi Betawi seperti ondel-ondel, lenong, dan palang pintu tetap berkembang di tengah keberagaman seni budaya Nusantara yang tumbuh di ibu kota.

Rano menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya sekadar menjaga warisan masa lalu. Lebih dari itu, upaya tersebut harus mampu memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di sisi lain, budaya juga memiliki peran penting dalam pembangunan kota. Pengembangan museum, cagar budaya, seni pertunjukan, serta industri kreatif berbasis budaya mampu mendorong pariwisata di Jakarta,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menilai Jakarta memiliki banyak aset cagar budaya yang bernilai tinggi, termasuk bangunan bersejarah dengan arsitektur baroque yang memerlukan perhatian serius dalam upaya pelestarian dan revitalisasi.

“Terutama dengan DKI Jakarta, Bang Rano, DKI ini banyak sekali aset cagar budaya. Penataan Kota Tua, masterplan-nya saya kira kita perlu terlibat agar cagar budaya di DKI semakin kuat dan bisa kita revitalisasi. Banyak gedung tahun 1700-an dengan baroque style yang sekarang terbengkalai, termasuk Gudang Timur bekas pagar VOC,” kata Fadli Zon.

Penandatanganan nota kesepahaman ini juga dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kehutanan, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem kebudayaan nasional sekaligus mempercepat pelestarian warisan budaya di berbagai daerah, termasuk di Jakarta.

Rekomendasi Berita