Klarifikasi Sastra Margonda untuk Menjaga Integritas Komunitas Sastra
- 12 Mar 2026 22:16 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta — Pendiri Komunitas Sastra Margonda menyatakan tidak terlibat dalam kegiatan penerbitan buku bertajuk *Depok Membaca* yang belakangan beredar di kalangan pegiat sastra. Nama komunitas tersebut tercantum pada bagian sampul buku sehingga menimbulkan kesan bahwa kegiatan itu diselenggarakan oleh Sastra Margonda. Melalui pernyataan resmi, para pendiri menegaskan bahwa pencantuman nama komunitas itu dilakukan tanpa sepengetahuan mereka sehingga perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik sastra.
Salah satu pendiri komunitas, Mustafa Ismail, mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak mengetahui siapa yang berada di balik kegiatan penerbitan buku tersebut. Ia mengungkapkan bahwa informasi mengenai buku itu justru pertama kali diketahui setelah sejumlah pegiat sastra menghubungi penggerak komunitas untuk meminta penjelasan. “Kami tidak tahu siapa yang bikin kegiatan tersebut,” ujar Mustafa, menegaskan bahwa komunitas yang mereka bangun tidak memiliki keterlibatan dalam proyek penerbitan tersebut.
Hal serupa disampaikan pendiri lainnya, Willy Ana, yang mengaku terkejut ketika menerima banyak pesan singkat dari berbagai pihak. Ia mengatakan pesan-pesan tersebut menanyakan apakah Sastra Margonda benar menjadi bagian dari kegiatan penerbitan buku *Depok Membaca*. “Kami kaget ketika banyak yang mengirim pesan singkat WA menanyakan ihwal buku tersebut,” kata Willy, menggambarkan kebingungan yang muncul di kalangan pegiat sastra.
Sementara itu, pendiri lainnya, Tora Kundera, meminta pihak yang menginisiasi kegiatan tersebut untuk memberikan klarifikasi kepada publik. Ia juga berharap ada kesediaan dari penyelenggara untuk tidak lagi mencantumkan nama Komunitas Sastra Margonda pada sampul buku maupun materi publikasi lainnya. “Kami minta kesediaan penggerak kegiatan tersebut untuk berlapang dada menghapus nama Komunitas Sastra Margonda di kulit buku dan publikasi mereka karena berpotensi menimbulkan salah paham di publik sastra,” ujarnya.
Komunitas Sastra Margonda sendiri berdiri pada tahun 2020 dan memulai kegiatannya melalui acara Malam Sastra Margonda pada 14 Maret tahun itu sebagai ruang pertemuan penyair, penulis, dan pembaca sastra di Depok. Setelah pandemi COVID-19 sempat menghentikan aktivitas luring, komunitas ini tetap aktif melalui program daring “Puisi di Rumah Aja” sebelum kembali menggelar kegiatan tatap muka di berbagai ruang kreatif, termasuk di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Para pendiri menegaskan bahwa klarifikasi ini penting untuk menjaga integritas komunitas yang sejak awal dibangun sebagai ruang berbagi karya, gagasan, dan semangat sastra bagi masyarakat.