Meriam Karbit Pontianak Jadi Simbol Kebersamaan Ramadan

  • 13 Mar 2026 19:29 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Tradisi meriam karbit di sepanjang tepian Sungai Kapuas kembali menjadi sorotan sebagai warisan budaya khas Pontianak. Budiman Taher dari Pro 4 Pontianak dan Jo Adithya selaku Host Pro 4 RRI Jakartamembahas sejarah serta pelestarian tradisi ini dalam program siaran budaya. Mereka berbincang langsung dengan narasumber Muhammad Andri yang merupakan perwakilan Komunitas Meriam Karbit. Kegiatan ini rutin dilakukan masyarakat untuk menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadan.

Muhammad Andri menjelaskan bahwa dentuman keras dari batang pohon yang dilubangi ini memiliki makna mendalam bagi warga. “Tradisi meriam karbit ini bukan sekadar permainan, tetapi sudah menjadi identitas budaya masyarakat Pontianak yang selalu dinantikan setiap Ramadan,” ujar Muhammad Andri, narasumber dari Komunitas Meriam Karbit. Menurutnya, bahan kayu besar yang diisi karbit dan air menciptakan ciri khas suara yang tidak ditemukan di daerah lain.

Selain sebagai sarana hiburan, pembuatan meriam yang dilakukan secara berkelompok juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Kami dari komunitas meriam karbit berupaya menjaga tradisi ini agar tetap aman dan tertib, sekaligus mengenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman,” kata Muhammad Andri menambahkan. Upaya kolektif ini penting agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tidak luntur oleh modernisasi.

Pemerintah daerah bersama komunitas setempat kini rutin menggelar festival tahunan untuk mendukung pelestarian budaya tersebut. Festival meriam karbit terbukti ampuh menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara karena keunikannya. Suara dentuman yang bersahut-sahutan di sepanjang sungai menciptakan suasana khas yang mendukung promosi wisata daerah. Hal ini menjadikan meriam karbit sebagai salah satu aset budaya penting di tingkat nasional.

Budiman Taher dan Jo Adithya selaku Host Pro 4 RRI sepakat bahwa warisan Nusantara ini harus terus dijaga keberlangsungannya. Muhammad Andri berharap dukungan dari berbagai pihak tidak berhenti agar tradisi ini tetap eksis di masa depan. “Harapan kami, meriam karbit Pontianak tetap hidup sebagai simbol kebersamaan dan kebanggaan warga Pontianak,” tutup Muhammad Andri mengakhiri sesi wawancara.

Rekomendasi Berita