Lingkar Filologi Ciputat, Gelar Bedah Manuskrip ke-Islaman
- 19 Feb 2026 21:05 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Lingkar Filologi Ciputat (LFC) menghadirkan ruang diskusi mendalam melalui program bertajuk "Posonan Manuskrip".
Acara yang digelar secara daring mulai 21 Februari 2026 ini digelar untuk mengisi kegiatan Ramadhan dengan mengajak masyarakat untuk tidak sekadar beribadah, tetapi juga memperkuat wawasan budaya lewat peninggalan tulisan kuno.
Di acara ini para peserta akan diajak menelusuri jejak peradaban Islam Nusantara, mulai dari aturan zakat hingga peran perempuan dalam teks klasik. Narasi sejarah yang tersimpan dalam naskah-naskah kuno ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi generasi masa kini dalam menjalankan tradisi Ramadan.
"Program Posonan Manuskrip mengajak Anda menelusuri khazanah naskah Islam Nusantara secara langsung dari sumber-sumber aslinya," kata Dania, salah satu panitia penyelenggara, saat memperkenalkan agenda bedah manuskrip tersebut.
Melalui kajian ini, isu-isu sensitif seperti polemik penetapan awal Ramadan akan dibahas berdasarkan catatan sejarah dalam naskah Nusantara. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat memahami bahwa dinamika keagamaan di Indonesia memiliki akar literasi yang sangat kuat sejak masa lampau.
Salah satu pembicara utama, Haryo Mojopahit dari Dompet Dhuafa, akan menyoroti pentingnya filantropi berbasis karya ulama terdahulu. "Kami fokus pada filantropi Islam untuk pengembangan dakwah dan budaya berbasis karya ulama Nusantara," jelasnya. Diskusi ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa sistem berbagi atau sedekah di Indonesia sudah teratur sejak lama dalam catatan-catatan manuskrip.
Selain topik filantropi, diskusi ini juga menghadirkan para peneliti muda dan akademisi dari berbagai instansi ternama. Terdapat enam sesi menarik yang menghadirkan narasumber ahli seperti Muhamad Abror yang membahas isu Ramadan dalam manuskrip ulama Hadrami, serta Fajriaty Jamily mengenai jejak Islam di Minangkabau. Kajian kritis tentang perempuan dalam teks juga akan dipaparkan oleh Putri Naomi untuk melihat posisi gender dalam naskah klasik karya Syekh Abdul Latif Syakur.
Topik lain yang tidak kalah menarik adalah relasi ekonomi dan agama di Palembang abad ke-19 serta regulasi zakat dalam naskah Nusantara. Diskusi ini akan menghadirkan perspektif dari Diah Ayu Agustina dan Aghnin Khulqi yang telah berpengalaman dalam riset manuskrip tingkat internasional. Keragaman topik ini memastikan bahwa setiap sesi memberikan informasi yang segar dan relevan bagi kehidupan sosial-keagamaan saat ini.
Rangkaian acara edukatif ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 21 dan 28 Februari, serta berlanjut pada 7, 8, dan 14 Maret 2026. Setiap sesinya dimulai pada pukul 16.00 WIB hingga selesai, menjadikannya teman ngabuburit yang produktif bagi para pecinta sejarah. Kegiatan dilakukan secara daring melalui platform Zoom, sehingga dapat diakses oleh peserta dari seluruh penjuru Indonesia.
Program ini merupakan kerja sama antara Lingkar Filologi Ciputat dengan Dompet Dhuafa untuk melestarikan kekayaan literasi bangsa. Dengan mempelajari manuskrip, diharapkan nilai-nilai luhur Nusantara tetap hidup dan menjadi pedoman dalam merawat keberagaman di tanah air.