Menelusuri Jejak Sejarah Pasar Baru lewat Plesiran
- 27 Feb 2026 17:13 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Sahabat Museum kembali mengajak masyarakat menyelami memori kolektif ibu kota melalui kegiatan jalan kaki bertajuk "Plesiran Tempo Doeloe: Tio Tek Ho atau Tio Tek Hong?". Agenda yang dijadwalkan pada Minggu, 1 Maret 2026 ini akan mengungkap sisi unik sejarah kawasan Pasar Baru mulai pukul 15.00 WIB. Peserta akan diajak menelusuri kisah dua tokoh ikonik, Majoor Tionghoa Tio Tek Ho dan pedagang masyhur Tio Tek Hong, yang namanya sering kali tertukar oleh publik.
Kisah menarik yang akan dibagikan salah satunya adalah momen unik saat Tio Tek Hong berlibur ke Yogyakarta dan dikira sebagai sang Majoor oleh pejabat setempat. Selain drama identitas, narasi sejarah lagu kebangsaan juga menjadi sorotan utama dalam rute perjalanan kali ini. Jejak Toko Populair milik Yo Kim Tjan akan dikunjungi sebagai pengingat tempat pertama kali lagu "Indonesia Raya" digandakan dalam versi langgam keroncong pada tahun 1927.
Perjalanan ini dipandu langsung oleh pendiri Sahabat Museum yang juga merupakan penggiat sejarah terkemuka. Ade Purnama, pendiri Sahabat Museum (sahabatMUSEUM), menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali narasi sejarah yang tersembunyi di balik bangunan tua. “Melalui plesiran ini, kita ingin masyarakat menyadari bahwa setiap sudut jalan di Pasar Baru menyimpan fragmen sejarah yang membentuk identitas bangsa kita hari ini,” ujar Ade Purnama, Jumat, 27 Februari 2026, saat memberikan gambaran mengenai program tersebut.
Rute jalan kaki tersebut juga akan menyambangi lokasi-lokasi legendaris yang menjadi tonggak perkembangan bisnis modern di Indonesia. Peserta akan melihat lokasi awal Matahari Dept. Store yang dahulu bernama "De Zon", serta Toko Lee Ie Seng yang tetap eksis sejak tahun 1873. Tidak ketinggalan, eksistensi Toko Nyonya Meneer yang melegenda juga menjadi bagian penting dari narasi kewirausahaan tempo dulu yang akan dibahas.
Sebagai penutup, rombongan akan berkumpul di depan bekas Kantor Berita ANETA yang bersejarah. Bangunan ini memiliki keterkaitan erat dengan tokoh pers Dominique Berretty, pemilik Villa Isola yang tersohor di Lembang. Lokasi ini dipilih sebagai titik akhir untuk memberikan gambaran betapa dinamisnya arus informasi dan komunikasi di Jakarta pada masa kolonial.